MAJALENGKA, (FC).– Ketika kemarau mulai mengeringkan sumber-sumber kehidupan, denyut kesulitan perlahan terasa di pelosok desa. Di Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, air bersih tak lagi mengalir mudah. Sumur-sumur mulai surut, dan harapan warga menggantung pada bantuan yang datang tepat waktu.

Di tengah situasi itu, langkah sigap ditunjukkan Koramil 1712/Jatiwangi Kodim 0617/Majalengka. Satu per satu jerigen dan penampung air warga di RT 04/01, Jalan Burung,  terisi kembali. Bantuan air bersih disalurkan langsung sebagai respons atas krisis yang mulai dirasakan masyarakat.

Kegiatan bakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1712/Jatiwangi, Kapten Inf Maman Kardiman, bersama jajaran Babinsa. Kehadiran aparat TNI di lokasi bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga yang terancam oleh musim kemarau.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang mulai kesulitan air bersih. Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan meringankan beban mereka,” ujar Kapten Maman di sela kegiatan, Minggu (9/8).

Menurutnya, peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga kemanusiaan. Koramil Jatiwangi, kata dia, akan terus berupaya hadir melalui berbagai aksi sosial untuk membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan.

Di lokasi pembagian, wajah-wajah lega tampak dari warga yang menerima bantuan. Mereka mengaku sangat terbantu, mengingat pasokan air bersih mulai menipis dalam beberapa pekan terakhir.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Air sekarang sulit didapat, jadi ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ruhiyat, seorang warga yang turut mengantri air bersih bantuan TNI.

Aksi distribusi air bersih ini menjadi potret nyata sinergi antara TNI dan pemerintah desa dalam menghadapi dampak perubahan musim. Di tengah ancaman kemarau yang kian meluas di wilayah Majalengka, kehadiran TNI menjadi harapan bagi masyarakat untuk tetap bertahan.

Langkah cepat seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, seiring meningkatnya kebutuhan air bersih di sejumlah daerah di Majalengka yang mulai terdampak kekeringan. (Munadi)