PKK Kudukeras Perkuat Layanan Balita, Stunting Terus Ditekan
KAB.CIREBON, (FC).- Tim Penggerak (TP) PKK Desa Kudukeras, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, terus memperkuat program kesehatan keluarga melalui optimalisasi Posyandu.
Sejumlah agenda strategis mulai dimatangkan, mulai dari pemberian vitamin A bagi balita, pelayanan kesehatan anak, hingga persiapan kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penguatan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) TP PKK Desa Kudukeras bersama Puskesmas Babakan, Rabu (29/7).
Pertemuan itu menjadi langkah persiapan menghadapi berbagai kegiatan pelayanan masyarakat yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua TP PKK Desa Kudukeras, Titin Triyani, mengatakan pemberian vitamin A menjadi salah satu program prioritas yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Kegiatan tersebut dilakukan dua kali, yakni pada Februari dan Agustus, dengan sasaran seluruh balita yang terdata di Posyandu.
“Vitamin A merupakan program rutin yang diberikan dua kali dalam setahun. Pada Agustus nanti seluruh balita menjadi sasaran agar kebutuhan vitamin dan kesehatan anak tetap terjaga,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan balita, rakor juga membahas persiapan berbagai perlombaan antar-Posyandu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga meningkatkan kreativitas kader dan mempererat kebersamaan masyarakat.
“Kami menyiapkan berbagai perlombaan di setiap Posyandu untuk menyemarakkan hari kemerdekaan sekaligus memperkuat kekompakan para kader,” kata Titin.
Menurutnya, pelayanan kesehatan anak di Desa Kudukeras dilakukan secara berkelanjutan.
Setelah program vitamin A pada Agustus, kader PKK bersama Puskesmas Babakan juga akan melanjutkan kegiatan pemberian obat cacing bagi balita pada Oktober mendatang.
Titin menyebut, partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu masih cukup tinggi. Hal itu terlihat dari antusiasme para orang tua yang rutin membawa anaknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Kami terus berupaya memberikan PMT sesuai standar gizi yang dianjurkan Puskesmas. Bahkan ada lomba PMT terbaik untuk mendorong kader semakin kreatif dalam menyediakan makanan sehat bagi balita,” jelasnya.
Upaya tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penanganan stunting di Desa Kudukeras. Dari sekitar 350 balita yang ada, angka kasus stunting kini terus mengalami penurunan dan tersisa sekitar dua balita.
“Alhamdulillah, angka stunting terus menurun. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara PKK, Posyandu, Puskesmas, dan masyarakat, Desa Kudukeras menargetkan seluruh balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan