KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 1 resmi diterjunkan ke Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Senin (3/8).

Kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa, terutama penanganan stunting dan pengembangan potensi lokal.

Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Balai Desa Bandorasawetan dan dihadiri jajaran pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta dosen pembimbing lapangan.

Mengusung tema “KKN UNISA Berdampak: Mewujudkan Desa Melesat dan Inovatif melalui Penguatan OVOP (One Village One Product), Rekayasa Sosial (Socio Engineering), Pengembangan Siklus Ekonomi Berkelanjutan, dan Percepatan Penurunan Stunting,” mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 1 Bandorasawetan, Hj. Nunung Nurhayati, mengatakan sebelum penerjunan mahasiswa, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan program KKN dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Hari ini kami secara resmi menyerahkan 18 mahasiswa kepada Pemerintah Desa Bandorasawetan. Kami berharap ilmu yang telah diperoleh mahasiswa sesuai bidangnya dapat diimplementasikan secara langsung di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi desa,” ujarnya.

Menurut Nunung, KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi maupun produk unggulan yang mendukung kemajuan Desa Bandorasawetan,” katanya.

Kepala Desa Bandorasawetan, Yayan Fudiyani, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNISA. Ia menilai keberadaan mahasiswa menjadi kesempatan bagi desa untuk mendapatkan dukungan pemikiran dan tenaga dalam berbagai bidang pembangunan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN. Semoga kehadiran mereka mampu memberikan perubahan positif bagi desa. Walaupun perubahan itu kecil, namun jika bermanfaat bagi masyarakat tentu akan sangat berarti,” ungkapnya.

Yayan berharap mahasiswa dapat ikut berperan dalam mendukung program prioritas desa, salah satunya percepatan penurunan angka stunting.

Selain mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah desa juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

“Kami berharap mahasiswa ikut memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sehingga program yang dijalankan desa dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 1 Bandorasawetan, Adi Dimyati, mengatakan seluruh mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program yang disesuaikan dengan tema KKN UNISA Berdampak serta kebutuhan masyarakat.

“Kami berasal dari berbagai program studi, yaitu KPI, PAI, Psikologi, PGSD, PGPAUD, Teknik Mesin, PJKR, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah desa serta memohon bimbingan agar seluruh program yang kami laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, KKN UNISA diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, memperkuat pengembangan potensi lokal, serta melahirkan inovasi yang mendukung kemajuan Desa Bandorasawetan secara berkelanjutan. (Angga)