KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Serang Kulon, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, menyalurkan santunan kepada keluarga korban kebakaran rumah yang terjadi pada Minggu (19/7) malam.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal dan hampir seluruh harta benda akibat musibah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin (20/7). Selain dari pemerintah desa, kepedulian juga datang dari masyarakat sekitar yang turut memberikan bantuan secara sukarela untuk meringankan beban keluarga korban.
Kuwu Desa Serang Kulon, Alimudin, mengatakan kebakaran yang menimpa rumah milik Maniah terjadi secara tiba-tiba dan menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya.
“Musibah datang tanpa diduga. Rumah korban terbakar hingga bagian atap, kaca, serta sejumlah dokumen penting seperti ijazah ikut hangus. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta,” ujar Alimudin.
Ia menjelaskan, pemerintah desa telah memberikan bantuan awal kepada korban dan akan mengupayakan bantuan lanjutan melalui Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun instansi terkait.
“Kami berupaya membantu melalui santunan dari desa dan akan mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah agar korban mendapatkan dukungan lebih lanjut,” katanya.
Meski mengalami kerugian besar, Maniah bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, dirinya maupun sang cucu tidak berada di dalam rumah.
Menghadapi kondisi cuaca panas dan angin kencang saat musim kemarau, Alimudin mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia meminta warga memastikan kompor dalam kondisi mati saat meninggalkan rumah serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan perangkat elektronik.
“Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati. Pastikan kompor sudah dimatikan dan periksa instalasi listrik maupun peralatan elektronik agar tidak menjadi penyebab kebakaran,” imbaunya.
Sementara itu, Maniah mengaku masih terpukul setelah rumah yang ditempatinya bersama cucunya, Ayub, hangus terbakar.
Saat kejadian, Maniah sedang berada di rumah tetangga untuk menonton televisi, sedangkan Ayub sedang bekerja di sebuah pabrik di wilayah Plumbon.
Ia mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat kabar dari warga sekitar.
“Tiba-tiba ada tetangga memberi tahu kalau rumah saya terbakar. Saya langsung berlari pulang,” tutur Maniah.
Sesampainya di lokasi, Maniah berusaha menyelamatkan sejumlah dokumen penting dan uang tabungan sekitar Rp10 juta yang dipersiapkan untuk keberangkatan cucunya bekerja ke luar negeri.
“Saya hanya sempat menyelamatkan dokumen penting dan uang tabungan untuk bekal cucu saya. Setelah itu api langsung membesar,” ungkapnya.
Menurut Maniah, api diduga pertama kali muncul dari bagian atap kamar tidur depan sebelum dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.
“Dalam waktu singkat api sudah menghanguskan seluruh isi rumah. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan lagi,” katanya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post