KUNINGAN, (FC).- Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, harus lebih selektif dalam menentukan arah pembangunan tahun 2027.

Setiap usulan masyarakat akan dipilah berdasarkan tingkat kebutuhan, urgensi, serta kemampuan keuangan desa.

Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027 yang digelar di Aula Kantor Pemerintahan Desa Pajambon, Senin (28/9).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, lembaga kemasyarakatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta perwakilan masyarakat.

Kepala Desa Pajambon, Nani Ariningsih, mengatakan Musrenbangdes menjadi tahapan penting untuk menentukan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dapat direalisasikan pada tahun mendatang.

Menurutnya, sejumlah usulan yang belum terealisasi pada tahun sebelumnya akan kembali dikaji dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Banyak program tahun 2025 yang belum terealisasi. Untuk kegiatan tahun 2027, insyaallah akan kita pilih dan pilah mana yang lebih baik dan mana yang lebih penting untuk dikerjakan,” ujar Nani.

Ia menjelaskan, pembangunan desa akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran melalui APBDes dan Dana Desa. Sementara program yang membutuhkan biaya besar akan diupayakan melalui dukungan pemerintah kabupaten, provinsi maupun kementerian.

Ketua BPD Pajambon, Asari Supriadi, menyampaikan perlunya kehati-hatian dalam menentukan program pembangunan mengingat kondisi anggaran yang terbatas.

“Harapan kami dalam pengkajian anggaran 2027 ini, kita bisa memilah mana yang perlu dibangun dan mana yang perlu ditunda,” katanya.

Selain menyusun skala prioritas pembangunan, Asari juga mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Salah satunya melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengelolaan potensi desa, termasuk sektor air bersih.

Menurutnya, penguatan pendapatan desa menjadi langkah penting agar pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan meski dukungan anggaran dari pemerintah pusat mengalami keterbatasan.

Sementara itu, Camat Kramatmulya Neneng Nurlaelasari, mengingatkan agar penentuan program pembangunan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan.

“Pada saat penentuan prioritas harus berdasarkan kebutuhan, jangan keinginan. Kalau kegiatan itu tidak dilaksanakan pada tahun 2027 dampaknya besar, maka itulah yang harus menjadi prioritas,” tegas Neneng.

Ia juga meminta program yang belum mampu dibiayai desa tetap diajukan melalui jenjang perencanaan yang lebih tinggi, seperti Musrenbang Kecamatan maupun tingkat kabupaten dan provinsi.

Neneng menambahkan, hasil Musrenbangdes akan menjadi dasar penyusunan RKPDes 2027 yang harus diselesaikan sesuai jadwal dan dilaporkan melalui aplikasi yang telah ditentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Semoga Musrenbang hari ini menghasilkan perencanaan yang baik dan berkualitas. Karena kalau kita gagal merencanakan, berarti sama saja kita merencanakan kegagalan,” tuturnya.

Dalam Musrenbangdes tersebut, sejumlah program masuk dalam prioritas pembangunan Desa Pajambon 2027. Di antaranya pengembangan Masterplan Agrowisata Pakuwon, pembangunan akses jalan agrowisata, mitigasi pencegahan bencana, Sistem Informasi Desa, pembangunan jalan dan TPT Uyut Jaga Selatan-Utara Dusun Wage, serta jalan dan TPT irigasi Uyut Hawuk Dusun Pahing.

Selain itu, prioritas pembangunan juga mencakup jalan usaha tani Blok Pajambuan Dusun Manis, jalan usaha tani menuju TPU Astana Gede Dusun Manis, TPT irigasi Blok Pakuwon Dusun Manis-Pahing, TPT parkiran Pamalayan Lembah Cilengkrang Dusun Manis, serta pembangunan jalan desa.

Pemerintah Desa Pajambon menegaskan, daftar tersebut masih menjadi prioritas awal yang akan disesuaikan kembali dengan kemampuan keuangan desa dalam proses penyusunan RKPDes 2027.

Melalui perencanaan yang matang, pembangunan Desa Pajambon diharapkan tidak hanya berdasarkan banyaknya usulan, tetapi mampu menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (Angga)