Ruang Kelas SDN Putridalem II Rusak Parah, KBM Siswa Tetap Berjalan
MAJALENGKA, (FC).— Kondisi tiga ruang kelas di SDN Putridalem 2, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, memprihatinkan. Kerusakan terjadi pada bagian atap, plafon, penyangga genteng, lantai, tembok hingga jendela, namun ruang kelas tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dari total tujuh ruang kelas yang dimiliki sekolah, tiga di antaranya, yakni ruang kelas IV, V, dan VI, mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi bangunan yang terus memburuk membuat guru dan siswa harus menjalani proses pembelajaran dengan rasa khawatir, terutama ketika hujan turun.
Pantauan di ruang kelas VI menunjukkan sejumlah bagian plafon sudah rapuh dan berlubang. Kayu yang menjadi penyangga genteng juga terlihat keropos karena usia bangunan.
Kondisi genteng yang banyak mengalami kebocoran membuat air hujan dapat masuk ke dalam kelas. Kerusakan tidak hanya terlihat pada bagian atap. Lantai ruang kelas juga sudah mengelupas, sementara tembok bagian depan dan belakang serta sejumlah jendela kaca mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut membuat ruang belajar tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa. Persoalannya, ruang kelas yang mengalami kerusakan itu masih harus digunakan karena sekolah tidak memiliki ruangan lain yang dapat dialihkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Situasi tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi guru dan siswa. Mereka khawatir kerusakan bangunan semakin parah dan bagian bangunan yang sudah rapuh sewaktu-waktu ambruk ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.
Alesa, siswi kelas VI SDN Putridalem 2, mengatakan kondisi ruang kelas yang ditempatinya membuat dirinya bersama teman-teman merasa tidak nyaman saat mengikuti pelajaran.
“Takut dan khawatir, apalagi kalau melihat kondisi atap dan plafon yang sudah rusak. Jadi kurang nyaman saat belajar,” ujar Alesa salah satu siswi di SD tersebut, Selasa (29/9).
Kekhawatiran semakin terasa ketika memasuki musim hujan. Air yang masuk melalui bagian atap yang bocor membuat lantai kelas tergenang sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terganggu.
Iwan, guru SDN Putridalem 2, mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pendidikan sejak 2018. Namun, hingga kini perbaikan yang diharapkan belum terealisasi.
“Dari tujuh ruang kelas, ada tiga yang kondisinya rusak parah. Kami sudah mengajukan perbaikan sejak 2018, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Iwan.
Menurut Iwan, ruang kelas yang rusak terpaksa tetap digunakan karena sekolah tidak memiliki ruang pengganti. Kondisi itu membuat proses belajar mengajar harus tetap berjalan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
“Karena tidak ada ruang kelas lagi, mau tidak mau ruangan yang rusak masih digunakan untuk belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebocoran menjadi persoalan yang cukup serius ketika hujan turun. Air hujan dapat masuk ke sejumlah bagian bangunan dan menyebabkan ruang kelas tergenang.
“Kalau musim hujan, banyak bagian gedung yang bocor. Kelas bisa tergenang dan akhirnya mengganggu kegiatan belajar mengajar,” kata Iwan.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan SDN Putridalem 2. Perbaikan dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Bagi siswa, perbaikan ruang kelas bukan sekadar menyangkut kenyamanan belajar, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan selama mereka berada di sekolah.
Dengan kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, sekolah berharap adanya penanganan sebelum kerusakan semakin parah. (Munadi)


Tinggalkan Balasan