Pemkab Kuningan Dukung Eksplorasi Panas Bumi Gunung Ciremai
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan mendukung eksplorasi panas bumi yang akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kawasan Gunung Ciremai. Yang selanjutnya, bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit energi tenaga listrik berkekuatan watt besar.
Hal itu disampikan Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar usai menghadiri rapat Teknis Pelaksaan Kegiatan Survey 3G atau Geologi, Geofisika dan Geokimia, di Ruang Rapat Linggarjati Setda Kuningan, Kamis (10/6) dengan Kementerian ESDM RI.
“Selain itu, saya berharap dukungan dari seluruh stakeholder untuk kegiatan hari ini, yang kedepannya dapat dirasakan kesejahteraan oleh masyarakat,” ujar Dian.
Sekda berharap, tim dari Kementerian ESDM dapat memberikan kejelasan secara teknis mengenai tahapan penelitiannya sebelum melaksanakan survei terkait beberapa informasi penting rencana pengembangan panas bumi di Kabupaten Kuningan khususnya wilayah Gunung Ciremai.
Sementara, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi Kementerian ESDM RI Edi Indiarto menjelaskan, energi panas bumi atau geothermal adalah energi panas yang terdapat dan terbentuk di dalam kerak bumi, dimana Indonesia memiliki potensi energi terbarukan geothermal terbesar di dunia. Namun, saat ini pemanfaatan potensial tersebut belum maksimal.
Dikatakan Edi, energi geothermal dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik dan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga listrik.
Kebijakan pemanfaatan energi geothermal, sambungnya, secara serius akan dapat mengatasi krisis listrik di Indonesia.
“Untuk WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) yang ada di wilayah Gunung Ciremai ada 38.560 Ha. Selain sebagai sumber energi listrik, pemanfaatan lain dari panas bumi yang akan dilakukan di wilayah Gunung Ciremai adalah pemanfaatan langsung (non listrik) seperti wisata, agrobisnis, dan pertenakan,” ungkapnya.
Adapun karakteristik dari geothermal dikatakan Edi, sumber energi bersih, ramah lingkungan terbarukan, bebas resiko kenaikan harga bahan bakar fosil, tidak dapat diekspor, tidak memerlukan lahan yang luas, dan tidak tergantung cuaca.
“Pada dasarnya, energi geothermal adalah energi yang sangat ramah lingkungan dan dapat berdampingan dengan aktivitas masyarakat sekitar, disamping memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, karena Bupati sedang berada di luar kota. Kemudian hadir lengkap Forkompimda Kuningan, seperti Dandim 0615 Kuningan, Kajari Kuningan, Wakapolres Kuningan dan Ketua PN.
Sedangkan dari Kementerian ESDM dihadiri Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi, Edi Indiarto, dan sejumlah kepala SKPD dan Camat dan kepala desa di wilayah terkiat Geotermal. (Ali)


Tinggalkan Balasan