KUNINGAN, (FC).- Upaya menekan angka stunting terus diperkuat di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.

Mahasiswa KKN Kolaboratif 3 Desa Gewok bersama pemerintah desa dan tenaga kesehatan menggelar penyuluhan penanganan stunting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi anak, Sabtu (8/8).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Gewok tersebut diikuti para orang tua, khususnya ibu yang memiliki balita.

Penyuluhan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pola hidup sehat serta meningkatkan peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Garawangi Maryanto, Kepala Desa Gewok Iis Agustiani, Bidan Desa Gewok Marya Imaculata, jajaran pemerintah desa, mahasiswa KKN Kolaboratif 3, serta masyarakat.

Camat Garawangi Maryanto mengatakan, pembangunan desa tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dibarengi dengan perhatian terhadap kesehatan, lingkungan, serta kemampuan desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pembangunan ekonomi di desa merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun pembangunan juga harus memperhatikan sumber daya manusia, lingkungan, serta perkembangan teknologi dan digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dapat menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Gewok, Iis Agustiani, mengungkapkan bahwa persoalan stunting masih menjadi perhatian serius di wilayahnya.

Saat ini, terdapat sekitar 20 anak yang mengalami stunting sehingga membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama keluarga.

Ia meminta para orang tua agar memanfaatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara tepat dengan memastikan makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak yang membutuhkan.

“Ketika PMT diberikan, kami berharap langsung diberikan kepada anak untuk dimakan. Kalau kebiasaan baik ini terus dilakukan setiap hari, mudah-mudahan jumlah anak yang mengalami stunting dapat terus berkurang,” katanya.

Bidan Desa Gewok, Marya Imaculata, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, edukasi harus diarahkan terutama kepada keluarga yang memiliki balita, khususnya anak yang mengalami masalah pertumbuhan.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam penyuluhan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pola asuh, pemberian makanan bergizi, hingga menjaga kebersihan lingkungan keluarga.

Ketua panitia kegiatan, Khoirunnisa, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Gewok.

“Kita semua menyadari bahwa pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup bersih merupakan fondasi utama dalam mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk menekan angka stunting pada anak-anak kita,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan langsung dari tenaga yang kompeten.

“Perubahan besar menuju desa yang sehat selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik di dalam rumah,” pungkasnya.

Salah satu anggota KKN Kolaboratif 3, Ahmad Novaldi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah desa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, penyuluhan stunting tidak hanya menjadi bagian dari program kerja mahasiswa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik. Antusiasme masyarakat, khususnya para ibu yang hadir, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga di Desa Gewok,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif 3 berharap sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Desa Gewok yang sehat, mandiri, dan bebas dari persoalan stunting. (Angga)