Hasil Panen Dihargai Tinggi, Petani Cabai di Gegesik Gelar Doa Bersama
GEGESIK, (FC).- Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen cabai merah dengan harga yang tinggi, ratusan petani Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon menggelar tahlil dan doa bersama di area pertanian di Blok Telar Duwur desa Bayalangu Kidul.
Selain doa bersama, di tempat tersebut juga dihelat pagelaran wayang golek.
Ketua Kelompok Petani Cabai Lestari Sayur Desa Bayalangu Kidul, Sanaji (55) mengatakan, anggaran acara tersebut diperoleh dari hasil urunan 80 anggota Kelompok Petani Lestari Sayur.
“Ini baru pertamakali diselenggarakan, karena baru tahun ini harga cabai merah berada diatas Rp20 ribu per kilogramnya. Kalau sekarang harganya Rp30 ribu per kilogramnya,” ujar Sanaji.
Sejak panen pertama pada awal Februari, kata Sanaji, harga cabai merah sempat meroket hingga tembus Rp50 ribu per kilogram. Sebelumnya, lanjut Sanaji, selama lima tahun terakhir para petani cabe merah kelimpungan karena harga jualnya tak bisa menutup biaya operasional yang sudah dikeluarkan.
Bahkan, selama tiga tahun berturut-turut, lebih dari separuhnya kondisi tanaman cabai membusuk. Hal itu membuat harga jual jatuh hingga Rp 4 ribu per kilogram.
“Sekitar lima tahun harganya tidak seperti tahun ini. Itu karena masa panen yang bersamaan dengan daerah-daerah lain. Apalagi cabai kita juga waktu itu banyak yang sudah membusuk di pohon,” papar Sanaji.
Dia menjelaskan, jika harga cabai berada di bawah Rp10 ribu per kilogram seperti tahun-tahun sebelumnya, petani merugi karena tidak bisa kembali modal.
“Kami berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga ketika sedang jatuh. Kami juga berharap pemerintah bisa membantu bibit sampai pupuknya karena para petani disini sangat minim modal,” harapnya.
Sementara, salah satu petani cabai merah, Ikwan (37) membenarkan harga jual cabai merah tahun ini sempat menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram.
Saat ini, kata Ikwan, memasuki panen ke 11, harga jual cabe merah sudah berada di kisaran Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram.
“Waktu panen pertama pada awal bulan (Februari) ini harganya masih Rp18 ribu per kilogram,” ujar Ikwan.
Harga jual cabai hasil panen terus meningkat pada panen-panen berikutnya hingga tembus diangka Rp 50 ribu per kilogram.
“Kita panen setiap empat hari sekali, sekarang sudah panen yang ke 11. Alhamdulillah harganya masih tinggi,” kata Ikwan.
Dalam satu musim tanam ia bisa memanen cabai hingga 15 sampai 17 kali panen. Pada tahun sebelumnya, kata Ikwan, harga jual cabai ditingkat petani diwilayah tersebut paling tinggi Rp10 ribu per kilogram.
Kondisi itu pun tidak berlangsung lama, karena setelah itu harganya langsung terjun bebas diangka Rp4 ribu per kilogram. “Untuk ukuran lahan 30 bata ini, sekali panen bisa 1,5 kwintal sampai 2 kwintal,” ungkapnya. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan