MAJALENGKA, (FC).- Tepat pada hari kedua puasa Ramadan 2026, Jumat (20/2), hampir seluruh harga kebutuhan pokok di Pasar Sindangkasih, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, mengalami kenaikan. Lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas daging dan cabai-cabaian, yang mulai naik bertahap sejak pertengahan Februari.
Koordinator Pasar Sindangkasih, Yanti Fitriayani, mengatakan tren kenaikan harga sudah terlihat sejak pengamatan 16 Februari, berlanjut pada 18 Februari, dan semakin terasa pada hari pertama Ramadhan.
“Kalau dibandingkan dari tanggal 16, 18, sampai 20 Februari, hampir semua komoditas naik, terutama daging dan cabai-cabaian. Ini biasanya karena permintaan masyarakat meningkat menjelang puasa,” ujar Yanti, Jumat (20/2/2026).
Berdasarkan data pengamatan harga, cabai rawit merah bertahan di kisaran tinggi Rp 100 ribu per kilogram di tingkat borongan dan Rp 110 ribu per kilogram di tingkat eceran.
Cabai merah besar dan cabai keriting juga stabil di level mahal, masing-masing di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram sejak 16 Februari hingga hari kedua puasa.
Sementara itu, harga daging ayam ras mengalami kenaikan bertahap dari Rp 47 ribu per kilogram pada 16 Februari, naik menjadi Rp 49 ribu pada 18 Februari, dan mencapai Rp 50 ribu per kilogram pada 20 Februari.
Daging sapi segar naik dari Rp 150 ribu menjadi Rp 160 ribu per kilogram, sedangkan daging kambing menembus Rp 170 ribu per kilogram di hari pertama Ramadhan.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam ras, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Beberapa bahan pangan lain seperti bawang, sayuran, dan ikan juga mengalami penyesuaian harga meski tidak setinggi daging dan cabai.
Di tengah tren kenaikan tersebut, harga beras relatif masih stabil. Beras medium kualitas I tercatat tetap di angka Rp 13.500 per kilogram, sementara beras premium bertahan di Rp 14.500 per kilogram.
Yanti menambahkan, pihak pengelola pasar terus melakukan pemantauan rutin selama Ramadhan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi.
“Kami pantau terus pergerakan harga selama bulan puasa. Mudah-mudahan pasokan aman dan harga tidak melonjak terlalu tinggi,” katanya. (Munadi)













































































































Discussion about this post