KAB.CIREBON, (FC).- Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon telah berdampak pada 7 kecamatan dan 24 desa. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Cirebon Ikin Asikin.
Ia menyebutkan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan lama, serta saluran-saluran yang tersumbat oleh sampah dan sedimentasi.
“Indikasi penyebab pertama adalah curah hujan yang cukup tinggi dan lama juga. Ini kan bukan Cirebon saja, hampir se-Indonesia, termasuk di luar Kabupaten Cirebon,” kata Ikin, Rabu (24/12).
Ikin menyebutkan bahwa 56 jiwa telah mengungsi akibat banjir, namun tidak ada korban jiwa. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kita himbauan ke masyarakat agar selalu hati-hati dan waspada termasuk memelihara lingkungan sekitar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berencana melakukan normalisasi sungai-sungai kecil dan pembuangan dari BBWS untuk mengantisipasi banjir di masa mendatang.
“Alhamdulillah kami juga dibantu BPBD Provinsi sedang melakukan normalisasi sungai-sungai kecil dan sungai-sungai pembuang dari BBWS,” ucap Ikin.
Banjir tersebut telah surut dan tidak ada lagi warga yang terdampak. Pemerintah daerah berharap agar masyarakat dapat selalu waspada dan memelihara lingkungan sekitar untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
“Kecamatan yang terdampak antara lain Sumber, Plumbon, Tengah Tani, Talun, Kedawung, Weru dan Gunung Jati. Pemerintah daerah terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” pungkas Ikin. (Johan)










































































































Discussion about this post