KOTA CIREBON, (FC).- Setelah sekian lama Komisaris PT Prima Usaha Sarana (PT PUS) Wika Tandean tidak muncul ke publik, Rabu (25/11) Wika didampingi sejumlah pengacaranya melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi, membantah dan meluruskan terkait polemik pengelolaan Gunungsari Trade Center (GTC).

Kali ini Wika dengan gamblang buka-bukaan perihal semua yang terjadi, selain permasalahan pengelolaan GTC juga dengan Frans Simangatua. Dalam hal ini Frans yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT PUS, Direksi di PT TSU maupun secara pribadi.

Wika menceritakan awal mula jalinan bisnis dengan Frans tahun 2003, yaitu pihaknya meminta bantuan pada saat pengerjaan pengurugan untuk pabrik. Hubungan baik ini berlanjut sampai pada Frans meminta bantuan finansial senilai Rp2 miliar dalam bentuk pinjaman guna tambahan pembiayaan proyek jalan tol.

“Sebagai rekan bisnis yang baik, saya memberikan pinjaman Rp2 miliar. Tapi berjalannya waktu, ternyata Frans kesulitan untuk membayar pinjaman tersebut,” jelas Wika.

Nah, Frans menawarkan solusi dengan Build Operate Transfer (BOT) proyek pembangunan Pasar Gunungsari termasuk GTC didalamnya. Dengan imbal balik keuntungan yang akan didapat pada kemudian hari, waktu itu pihaknya menerima.

Tapi, lagi-lagi proyek itu mengalami kesulitan dan pembiayaan dan baru berupa pondasi saja. Kemudian Frans meminta lagi suntikan dana, dengan alibi agar kelangsungan proyek tetap bisa berjalan.

Baca Juga: Komisaris PT PUS Tidak Hadir, RUPS Ditunda