Bidik 11 Mendali, 44 Atlet Gantole Ikuti Porprov XV Jawa Barat di Majalengka
MAJALENGKA,(FC).- Sebanyak 44 atlet cabang olahraga gantole dari delapan daerah di Jawa Barat mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat di kawasan Gunung Panten, Kabupaten Majalengka.
Pertandingan yang berlangsung pada 8-17 November 2026 tersebut mempertandingkan tiga disiplin, yakni ketepatan mendarat, lintas alam, dan speed gliding. Dari sejumlah nomor yang dilombakan, panitia menyiapkan total 11 medali untuk kategori perorangan dan beregu.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov XV Jabar Cabor Gantole, Nikmah Umar, mengatakan, 44 atlet tersebut berasal dari delapan pengurus cabang (pengcab) gantole, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Majalengka.
“Pesertanya ada 44 atlet dari delapan pengcab gantole se-Jawa Barat. Kami membagi atlet dalam dua kelas, yakni kelas A yang diikuti 10 atlet dan sisanya kelas B,” kata Nikmah di lokasi, Minggu (8/11).
Ia menjelaskan, pembagian kelas A dan B didasarkan pada tingkat kemampuan serta jenis pesawat gantole yang digunakan atlet.
Kelas A merupakan kategori advance dengan menggunakan pesawat gantole double surface, yakni sayap yang bagian atas dan bawahnya sama-sama tertutup layar. Sementara kelas B masuk kategori intermediate dengan menggunakan pesawat single surface atau hanya memiliki satu lapisan layar.
Menurut Nikmah, atlet yang mengikuti Porprov harus memiliki lisensi atau kualifikasi minimal H3 pada olahraga paralayang maupun gantole. Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi ketepatan mendarat, lintas alam jarak tertutup, lintas alam jarak terbuka, serta speed gliding.
Nikmah mengungkapkan, Majalengka sebenarnya bukan tuan rumah utama untuk cabang olahraga gantole. Tuan rumah yang ditetapkan adalah Kota Bogor. Namun, lokasi pertandingan akhirnya dipindahkan ke Gunung Panten, Majalengka, setelah mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Di Kota Bogor sebenarnya ada lokasi di kawasan Puncak. Namun, dari sisi keselamatan atau safety dinilai kurang memenuhi. Karena itu, Technical Delegate memutuskan Gunung Panten Majalengka sebagai lokasi yang lebih ideal untuk pelaksanaan pertandingan,” katanya.
Ia menilai, Gunung Panten memiliki kondisi venue yang mendukung untuk penyelenggaraan pertandingan gantole. Dukungan Pemerintah Kabupaten Majalengka juga dinilai sangat baik, termasuk dalam penyiapan akses jalan menuju lokasi pertandingan.
Dari sisi pelaksanaan, panitia mengawali pertandingan dengan nomor ketepatan mendarat yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Namun, kondisi angin di kawasan Gunung Panten masih menjadi salah satu faktor yang menentukan jalannya perlombaan.
Pada hari pertama, atlet belum dapat diterbangkan karena kondisi angin belum memungkinkan. Nikmah menjelaskan, kecepatan angin ideal untuk penerbangan gantole berada pada kisaran 20-25 kilometer per jam.
Setelah rangkaian pertandingan ketepatan mendarat selesai, panitia menjadwalkan upacara penghargaan dan pembagian medali pada 12 November 2026.
Lebih lanjut, Nikmah berharap penyelenggaraan Porprov kali ini dapat mendorong perkembangan olahraga gantole di Jawa Barat. Pasalnya, hingga saat ini belum seluruh daerah memiliki atlet yang dapat dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
“Harapannya, melalui Porprov XV ini, gantole Jawa Barat bisa memiliki atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di kejuaraan nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Ia juga berharap kontingen Jawa Barat dapat kembali meraih prestasi terbaik pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Semoga gantole Jawa Barat bisa kembali menjadi juara umum di PON 2028. Yang paling penting, seluruh rangkaian pertandingan Porprov ini berjalan lancar dan zero accident,” pungkasnya. (F-10)



Tinggalkan Balasan