KAB. CIREBON, (FC).- Penyelidikan dugaan kasus miras oplosan di Blok Tunggak Jati, Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, terus berkembang.

Sebanyak sembilan orang terindikasi berkaitan dengan peristiwa tersebut, yang diduga berhubungan dengan meninggalnya tiga warga. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.

Mandor Desa Getasan, Sujadi, mengatakan berdasarkan keterangan saksi yang masih hidup, Ferdi, kegiatan minum bersama itu berlangsung pada Senin (26/10) malam di sebuah rumah yang menjadi tempat berkumpul sejumlah orang.

Informasi mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan diterima pada Rabu sore hingga Kamis. Penelusuran bersama aparat kepolisian kemudian mengarah pada dugaan keterkaitan peristiwa tersebut dengan meninggalnya warga dari beberapa desa.

“Dari pengembangan bersama aparat kepolisian, diketahui ada kaitan dengan meninggalnya Adit, warga Karangwangi, yang usianya sekitar 16 tahun. Kemudian, ada warga Kejuden yang juga mengalami kondisi serupa dan dilaporkan meninggal dunia,” kata Sujadi saat diwawancarai, Kamis (29/10).

Menurut Sujadi, penelusuran juga mengarah pada dugaan adanya pihak yang menjual minuman beralkohol yang dikonsumsi dalam kegiatan tersebut.

Nama Saipul disebut dalam penelusuran sebagai pihak yang diduga menjual minuman itu. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari kepolisian.

Dalam proses penelusuran, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa alkohol berkadar 96 persen, arak Bali, dan minuman ringan merek Panther. Barang bukti tersebut telah dibawa ke Polsek Depok untuk kepentingan penyelidikan.

“Barang buktinya sudah ditarik pihak kepolisian dan sekarang berada di Polsek Depok,” ujarnya.

Sujadi menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat sembilan orang yang terindikasi berkaitan dengan kejadian tersebut. Jumlah itu masih berpotensi berubah seiring pendalaman keterangan saksi dan pengumpulan bukti oleh aparat kepolisian.

Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga Desa Getasan dan Kejuden dilaporkan masih mengalami gangguan kesehatan, di antaranya tubuh lemas. Kondisi mereka menjadi perhatian dalam penelusuran dampak kejadian tersebut.

Pemerintah desa bersama aparat kepolisian terus menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk asal-usul minuman yang dikonsumsi, pihak yang diduga memasoknya, serta kemungkinan keterkaitannya dengan kondisi para korban.

Hingga kini, penyebab pasti kematian para korban dan dugaan hubungannya dengan konsumsi minuman beralkohol masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyidikan kepolisian. (Johan)