KAB. CIREBON, (FC).- Tiga warga Kabupaten Cirebon meninggal dunia setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi minuman beralkohol bersama sejumlah orang.

Peristiwa yang diduga melibatkan minuman keras (miras) oplosan itu terjadi di wilayah Kecamatan Depok dan kini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Ketiga korban diketahui bernama Reno (16), Abdul (21), dan Adit (16). Mereka berasal dari Desa Kejuden dan Desa Karangwangi. Berdasarkan keterangan Mandor Desa Kejuden, Sunaini, para korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Sunaini mengatakan, informasi awal diterimanya sekitar pukul 05.30 WIB, Kamis (29/10), melalui telepon dari Kuwu Kejuden. Ia diminta menjemput jenazah salah seorang warganya yang meninggal dunia di Rumah Sakit Arjawinangun.

Sebelum berangkat, Sunaini kembali menerima telepon dari Ketua RW yang memintanya datang ke wilayah Desa Getasan.

Di lokasi tersebut, ia memperoleh informasi mengenai sejumlah warga yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah minum bersama.

“Saya ditelepon Pak Kuwu sekitar pukul 05.30 WIB, diberi tahu ada warga saya meninggal di Rumah Sakit Arjawinangun dan diminta menjemput. Sebelum berangkat, saya ditelepon lagi oleh Pak RW untuk datang ke Getasan. Di sana saya mendapat informasi ada anak-anak yang sebelumnya minum-minum,” ujar Sunaini.

Menurut informasi yang diterimanya, kegiatan minum bersama tersebut diduga melibatkan sembilan orang dari beberapa desa di Kabupaten Cirebon. Rinciannya, tiga orang dari Desa Kejuden, dua orang dari Getasan, satu orang dari Karangwangi, dan satu orang dari Keduanan. Asal dua orang lainnya belum diketahui secara rinci.

Dari tiga warga Desa Kejuden yang disebut terlibat, dua orang meninggal dunia, sedangkan seorang lainnya bernama Apip masih menjalani perawatan.

Sunaini mengaku belum mengetahui jenis minuman yang dikonsumsi para korban. Ia juga belum dapat memastikan apakah minuman tersebut merupakan miras oplosan.

“Saya tidak tahu jenis minumannya apa. Dari keterangan mereka, hanya minum-minum saja. Saya juga belum tahu pasti apa yang dikonsumsi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Sunaini, sejumlah korban sempat mengeluhkan sakit perut dan tubuh terasa lemas. Salah seorang korban yang masih menjalani perawatan juga dilaporkan mengalami diare berulang.

Ia menyebutkan, Abdul meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB, sedangkan Reno sekitar pukul 23.45 WIB. Namun, kronologi lengkap kejadian, termasuk waktu para korban mulai mengalami gejala dan jenis minuman yang dikonsumsi, belum diketahui secara pasti.

Dugaan keracunan akibat miras oplosan tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis. Penyebab kematian para korban juga belum dapat disimpulkan berdasarkan informasi yang tersedia.

Penelusuran terhadap jenis dan asal minuman yang dikonsumsi menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian. Sementara itu, kondisi korban yang masih dirawat perlu terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kesehatan lanjutan. (Johan)