MAJALENGKA, (FC).– Program gentengisasi nasional membuka peluang kebangkitan industri genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Pemerintah menyiapkan dukungan pasokan hingga 2,4 juta keping genteng untuk program yang direncanakan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 8 November 2026 mendatang.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman bersama Sekda Majalengka Aeron Randi meninjau kesiapan produksi pengrajin di Kecamatan Jatiwangi, Rabu (28/10).

Peninjauan difokuskan pada ketersediaan pasokan dan kualitas produk.

Herman menyebut rencana dukungan mencapai 600 truk, dengan asumsi setiap truk mengangkut 4.000 genteng. Program ini diharapkan meningkatkan penyerapan produk lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Program gentengisasi terus kami siapkan dan dikawal Pak Gubernur serta kementerian terkait. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga dapat diluncurkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Dampak peningkatan permintaan mulai dirasakan perajin. Penjualan yang lebih mudah dan harga yang kompetitif dinilai membantu keberlangsungan pabrik, tenaga kerja, hingga usaha pendukung seperti pemasok kayu bakar.

Dari sisi kualitas, Sekda Majalengka Aeron Randi menjelaskan, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Majalengka memfasilitasi pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari 45 pengrajin yang menjadi sasaran, sebanyak 34 telah mengantongi sertifikat SNI.

Sedangkan 11 lainnya masih berproses setelah dinyatakan lulus uji keandalan atau mekanis. Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas akses pasar.

Keberlanjutan program kini bergantung pada kesiapan produksi, konsistensi permintaan, dan kepastian penyerapan. Jika berjalan optimal, gentengisasi berpotensi menjadi momentum kebangkitan industri genteng Jatiwangi sekaligus memperkuat UMKM dan ekonomi daerah.

“Fasilitasi ini diharapkan memperkuat kepercayaan pasar terhadap genteng Jatiwangi, Majalengka, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pembeli dari berbagai wilayah,” harapnya. (Munadi)