KOTA CIREBON, (FC).- Polisi terus mengusut kasus pembacokan yang menewaskan Ade Dadang (22) di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Penyidik kini mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) dan mencocokkannya dengan keterangan saksi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Penanganan perkara tersebut kini mendapat asistensi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota setelah sebelumnya ditangani Polsek Gunungjati. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penyelidikan dan mempercepat pengungkapan kasus.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Dr. M. Fadlillah, mengatakan keterangan sejumlah saksi mengarah kepada enam orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, hasil pemeriksaan CCTV belum sepenuhnya sesuai dengan informasi yang diperoleh penyidik.

Karena itu, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan bukti yang tersedia.

“Kasus ini tetap kami proses sampai saat ini. Kami bertanggung jawab untuk segera mengungkap kasus ini sampai menangkap tersangkanya,” ujar Fadlillah, Senin (26/10).

Fadlillah menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Polisi juga berupaya memberikan kepastian kepada keluarga korban yang menantikan perkembangan kasus tersebut.

Fadlillah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan memastikan bahwa kepolisian berupaya menuntaskan kasus tersebut.

“Kami tidak memilah-milih kasus. Semua kasus kami kupas tuntas sampai terungkap siapa pelaku di balik kasus ini,” tegasnya.

Sementara itu, ibu korban, Ani Sriani, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang merenggut nyawa anaknya. Selama ini, korban diketahui tinggal bersama neneknya dan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Ani mengaku hanya menerima informasi bahwa anaknya menjadi korban pembacokan. “Saya tidak tahu persis kronologinya. Saya hanya menerima informasi kalau anak saya dibacok,” ungkapnya.

Menurut Ani, korban merupakan ibu rumah tangga yang juga bekerja serabutan di sektor swasta, termasuk pekerjaan bangunan. Saat libur, korban terkadang mengamen sebagai kegiatan sampingan.

Ani menyebut lokasi kejadian berada di sekitar Pasar Condong, tepatnya di kawasan Desa Wanayasa, Kecamatan Gunungjati, di depan SD Wanayasa 2. Kehilangan anaknya membuat keluarga berharap polisi segera mengungkap perkara tersebut dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

“Harapannya supaya pelakunya cepat tertangkap,” katanya.

Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan saksi dan rekaman CCTV untuk memastikan keterlibatan pihak-pihak yang diduga terkait dalam kasus pembacokan maut di Kecamatan Gunungjati tersebut. (Agus)