SPPG Kalijaga 5 Tidak Melaporkan Pamasok Bahan Pangan MBG
KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menyatakan bahan pangan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalijaga tidak berasal dari pemasok yang terverifikasi oleh pemerintah daerah.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengungkapkan pihaknya juga tidak memiliki data asal-usul bahan baku yang digunakan dalam menu MBG yang dikonsumsi para korban.
Menurutnya, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kalijaga 5 tidak melaporkan pemasok bahan pangan yang digunakan pada hari kejadian dugaan keracunan MBG, Selasa, 20 Oktober 2026, kepada DKPPP.
“Informasi mengenai pemasok baru diperoleh melalui penelusuran dan konfirmasi yang dilakukan kepada pihak SPPG setelah kejadian,” ungkap Elmi, Kamis (22/10).
Kendati begitu, DKPPP telah melakukan penelusuran rantai pasok bahan pangan guna mengidentifikasi jenis bahan pangan, asal-usul bahan, pemasok, kondisi bahan saat diterima, serta pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu pangan segar.
Dalam penelusuran awal, DKPPP melakukan pemeriksaan terhadap sampel pangan segar asal tumbuhan yang digunakan dalam menu MBG, yakni wortel, kol, kelengkeng, dan beras.
“Hasil pemeriksaan sampel pangan segar asal tumbuhan berupa wortel, kol, kelengkeng, dan beras menunjukkan hasil negatif,” kata Elmi.
Sementara itu, DKPPP tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan segar asal hewan berupa tulang ayam yang digunakan sebagai kaldu sop karena bahan tersebut sudah tidak tersedia saat investigasi dilakukan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, telur puyuh dalam menu sop telur puyuh yang usai kejadian disebut-sebut turut pula bermasalah tidak termasuk kategori pangan segar asal hewan yang menjadi objek pengawasan DKPPP.
“SPPG sudah menerimanya dalam bentuk telur puyuh matang (telah direbus) dan sudah dikupas, sehingga tidak termasuk ke dalam pangan segar asal hewan,” terangnya.
Terkait pengawasan, dia meyakinkan DKPPP rutin melaksanakan kegiatan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (BINWASDAL) Keamanan Pangan Segar terhadap SPPG MBG setiap pekan.
Dia menyebutkan, untuk SPPG Kalijaga 5, kegiatan BINWASDAL terakhir dilakukan pada 30 September 2026.
Dalam kegiatan pengawasan sebelumnya, DKPPP juga pernah menemukan pangan segar asal tumbuhan yang mengandung pestisida. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Meski hasil pemeriksaan sampel pangan segar asal tumbuhan menunjukkan hasil negatif, DKPPP belum menyimpulkan sumber penyebab kejadian di Kalijaga.
Menurut Elmi, keamanan pangan ditentukan oleh seluruh tahapan penanganan, mulai dari produksi, pemilihan bahan baku, penerimaan, penyimpanan, persiapan, pengolahan hingga penyajian.
“Apabila bahan pangan segar terbukti memenuhi persyaratan saat diperiksa, hal tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh tahapan berikutnya berlangsung aman. Kemungkinan permasalahan pada tahap pengolahan, penyimpanan, atau distribusi perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan,” paparnya.
DKPPP Kota Cirebon menilai keracunan MBG di Kalijaga dengan korban sekitar 270 orang itu menjadi pengingat bahwa sistem pengawasan rantai pasok pangan dalam program MBG masih perlu diperkuat.
Penguatan tersebut mencakup ketertelusuran asal-usul bahan pangan, pemenuhan sarana dan prasarana pemeriksaan sampel pangan segar, pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu, pengawasan pemasok, penerapan penanganan pangan yang baik, serta koordinasi lintas sektor.
“DKPPP mendukung evaluasi dan penguatan pengawasan pangan segar sesuai kewenangannya agar bahan pangan segar yang digunakan dalam program MBG memenuhi persyaratan keamanan dan mutu,” tegas Elmi.
Berdasarkan data yang dihimpun, SPPG Kalijaga 5 melayani 15 lembaga pendidikan yang meliputi Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (Kober), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain lembaga pendidikan, SPPG ini juga melayani delapan posyandu. Secara keseluruhan, SPPG Kalijaga 5 melayani 2.555 porsi MBG per hari. (Agus)


Tinggalkan Balasan