KOTA CIREBON, (FC).- Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10).

Sejumlah orangtua siswa mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siloam Putera Bahagia di kawasan Perumnas, Kota Cirebon, pada Selasa sore. Mereka membawa anak-anaknya yang mengeluhkan gangguan kesehatan setelah pulang sekolah.

Pantauan di lokasi, area parkir rumah sakit dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat milik keluarga pasien. Para orangtua tampak mengantarkan anak mereka untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Salah seorang orangtua siswa, Doni Armando, mengatakan anaknya mengalami sakit perut disertai mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan di sekolah.

“Ya sakit perut, mual, muntah dan ada diare. Katanya habis makan sayur sop dan telur puyuh di sekolah,” ujar Doni.

Menurut penuturan anaknya, makanan tersebut berasal dari program MBG yang disantap saat jam istirahat. Keluhan kesehatan baru dirasakan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Khawatir ada apa-apa, saya ke Rumah Sakit Siloam ini, eh ternyata ada juga anak-anak dari siswa sekolah lainnya yang diantarkan orangtuanya,” katanya.

Doni mengaku khawatir dengan kondisi anaknya sehingga memilih membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, siswa yang mengalami keluhan berasal dari beberapa sekolah di wilayah Kalijaga. Seorang petugas keamanan rumah sakit menyebut sedikitnya 50 anak mendapatkan penanganan di IGD.

“Sekolah Harapan Bangsa, Teratai sama yang di Kalijaga dan SD Kalijaga Permai, ada empat sekolah,” ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, sebagian orangtua juga membawa anak mereka ke Rumah Sakit Tentara (RST) Ciremai setelah RS Siloam dipadati pasien.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RS Siloam Putera Bahagia mengenai jumlah pasien maupun kondisi siswa yang mendapatkan penanganan. Penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut juga belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Dugaan keracunan yang dikaitkan dengan konsumsi MBG tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa. (Agus)