KOTA CIREBON, (FC).- Keluarga memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Orang tua tidak cukup untuk menyuruh anaknya membaca, namun perlu juga menjadi teman baca bagi mereka. Termasuk menghadirkan suasana menyenangkan bagi anak untuk membaca buku.

Hal itu seperti disampaikan Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo usai menghadiri kegiatan literasi bertajuk Spensa Apik Berseri, di SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Senin (19/10).

Menurut Novi, gerakan literasi harus dimulai sejak masa golden age, ketika anak berada dalam fase penting perkembangan, termasuk pada usia PAUD sekitar empat hingga enam tahun.

“Membacakan cerita dengan cara menarik dapat menjadi langkah sederhana untuk mendekatkan anak dengan buku,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat orangtua di rumah melakukan secara rutin aktivitas tersebut, anak akan semakin tertarik mendengarkan cerita dan terdorong untuk membaca secara mandiri.

“Untuk itu, orang tua dan guru PAUD perlu lebih aktif menghadirkan kegiatan membaca yang sesuai dengan usia dan minat anak,” ujarnya.

Dalam menumbuhkan rasa ingin membaca, kata Novi, orang tua perlu menghadirkan bacaan atau cerita-cerita yang mengasyikkan. Dengan begitu, anak-anak akan terstimulus untuk membaca.

“Kalau sudah terbiasa dari kecil, dari usia PAUD, nanti membaca menjadi habit atau kebiasaan buat anak-anak,” katanya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah SMPN 1 Kota Cirebon yang menghadirkan pojok baca di tiap kelas. Langkah itu memudahkan siswa usia remaja dalam mengakses buku bacaan.

“Jadi setiap istirahat, mereka sudah suka memakai kesempatan istirahatnya untuk membaca. Membaca itu seperti menjadi kewajiban, karena membaca adalah gerbangnya dunia,” katanya.

Istri dari Walikota Cirebon Effendi Edo ini berharap, sinergi antara keluarga dan sekolah dapat memperkuat budaya literasi di Kota Cirebon.

“Sehingga membaca tidak lagi menjadi beban bagi anak, melainkan kebutuhan dan kebiasaan yang menyenangkan hingga mereka dewasa,” katanya. (Agus)