Demi Keamanan MBG, DKPPP Kota Cirebon Rutin Lakukan Pengawasan ke SPPG
KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon memperketat pengawasan keamanan pangan segar yang digunakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan makanan yang diolah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar keamanan dan mutu pangan sebelum disajikan kepada para penerima manfaat.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap Rabu dengan menyasar sejumlah dapur SPPG di Kota Cirebon.
Pengawasan tidak hanya berfokus pada kondisi bahan baku, tetapi juga mencakup proses penanganan hingga penyimpanan bahan pangan.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pangan yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan program MBG.
Menurutnya, keamanan bahan pangan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan sejak bahan diterima oleh pengelola SPPG hingga siap diolah menjadi makanan bagi siswa dan penerima manfaat lainnya.
“Pemeriksaan kami lakukan secara berkala untuk memastikan bahan pangan yang masuk ke dapur SPPG memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Dengan begitu, bahan yang digunakan untuk program MBG dapat dipastikan layak sebelum diproses lebih lanjut,” ujar Elmi, Senin (12/10).
Elmi menjelaskan, DKPPP memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan, hewan, dan ikan. Karena itu, keterlibatan dinas tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko penggunaan bahan pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Dalam kegiatan pemeriksaan, petugas mengambil sampel bahan pangan untuk diuji, sekaligus mengevaluasi cara pengelola SPPG menangani bahan baku.
Petugas juga memeriksa fasilitas penyimpanan serta ruang pengemasan makanan guna memastikan proses penanganan pangan berjalan sesuai ketentuan.
Pengawasan tersebut melibatkan sejumlah bidang di lingkungan DKPPP, mulai dari bidang ketahanan pangan, keamanan dan kerawanan pangan, peternakan, hingga perikanan. Setiap bidang menjalankan pemeriksaan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Dari sisi penyediaan menu, bidang ketahanan pangan turut memastikan makanan yang disiapkan memperhatikan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Penerapan prinsip tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat MBG.
Sementara itu, bidang keamanan dan kerawanan pangan melakukan pengujian cepat terhadap sampel sayuran dan buah-buahan. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya residu pestisida, formalin, maupun zat berbahaya lain yang berpotensi mencemari bahan pangan.
Selain menguji sampel, petugas turut memperhatikan tata cara penyimpanan bahan makanan. Pengaturan suhu penyimpanan, khususnya untuk komoditas seperti telur dan daging, menjadi perhatian agar kualitas bahan tetap terjaga hingga waktu pengolahan.
Elmi menyebutkan, berdasarkan hasil pengawasan yang telah dilakukan, SPPG yang menjadi sasaran pemeriksaan DKPPP Kota Cirebon sejauh ini telah mematuhi ketentuan yang diterapkan dalam penanganan bahan pangan untuk program MBG.
Meski demikian, pengawasan tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi penerapan standar keamanan pangan. Apabila ditemukan bahan yang kualitasnya belum sesuai ketentuan, DKP3 akan memberikan rekomendasi kepada pengelola SPPG agar dilakukan perbaikan sebelum bahan tersebut digunakan.
“Apabila ada bahan pangan yang belum memenuhi standar, kami memberikan masukan kepada pengelola agar segera ditindaklanjuti. Tujuannya supaya kualitas bahan yang digunakan tetap terjaga dan risiko terhadap keamanan pangan bisa diminimalkan,” katanya.
Di sisi lain, DKPPP juga mendorong sekolah dan siswa untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan konsumsi makanan dari program MBG. Penerima manfaat diimbau memperhatikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi, termasuk dari segi tampilan, aroma, dan kelayakannya.
Menurut Elmi, keterlibatan sekolah dan siswa menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan terhadap kualitas makanan yang disajikan setiap hari.
Ia berharap pengawasan dari pemerintah daerah yang didukung perhatian pihak sekolah dan penerima manfaat dapat membantu menjaga keamanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program MBG secara berkelanjutan di Kota Cirebon. (Agus)


Tinggalkan Balasan