Pergantian Tugu Bola Dunia Bukan Sekadar Ikon, PUTR Ungkap Alasan Strategis
KUNINGAN, (FC).- Pergantian Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda di persimpangan Jalan Ir. Soekarno, Kabupaten Kuningan, bukan hanya perubahan tampilan kawasan.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menyebut langkah tersebut bagian dari strategi penataan ruang sekaligus memperkuat identitas daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, mengatakan perubahan tugu merupakan bagian dari penataan koridor Jalan Ir. Soekarno yang meliputi peningkatan kualitas jalan, penataan trotoar hingga rehabilitasi bundaran persimpangan.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan, seperti Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah.
“Penataan bundaran persimpangan ini dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya kurang terawat, sekaligus memperlebar ruang jalan dan mengoptimalkan radius tikungan,” ujar Putu, Jumat (4/9).
Ia menjelaskan, kondisi tugu lama menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan kawasan. Selain memperbaiki estetika, penataan juga bertujuan meningkatkan fungsi ruang jalan agar lebih nyaman dan aman bagi pengguna.
Namun, perubahan ikon tersebut juga memiliki pertimbangan lain. Pemkab Kuningan memilih figur kuda karena dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan identitas daerah.
“Untuk ikon kuda, itu merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan ini memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan,” katanya.
Keberadaan Tugu Patung Kuda diharapkan tidak hanya menjadi ornamen kawasan, tetapi juga menjadi penanda yang merepresentasikan karakter Kabupaten Kuningan.
Putu menambahkan, penataan Jalan Ir. Soekarno juga sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan 2025–2029, yakni “Kuningan Melesat Tahun 2029”.
Dengan penataan tersebut, Pemkab Kuningan berharap kawasan Jalan Ir. Soekarno menjadi lebih rapi, representatif, nyaman, sekaligus memiliki identitas daerah yang lebih kuat. (Angga)


Tinggalkan Balasan