KUNINGAN, (FC).- Keterbatasan fisik membuat Ahmad Arifin (nama sesuai naskah), warga Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, harus menjalani kehidupan penuh keprihatinan.

Selama kurang lebih empat tahun, pria yang mengalami kelumpuhan tersebut bersama istrinya, Carti, menempati bangunan bekas kandang kambing yang jauh dari kondisi layak huni.

Kondisi memprihatinkan itu kini menjadi perhatian Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Kuningan setelah menerima laporan dari relawan sosial terkait kondisi Ahmad.

Ketua IPSM Kabupaten Kuningan, Amimah, mengatakan informasi tersebut diterima dari seorang relawan sosial di Desa Cipondok.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Kuningan sebelum turun langsung melakukan pendataan.

“Setelah berkoordinasi dengan Ibu Kabid Rehabilitasi Sosial, saya mendapat tugas untuk langsung melakukan survei ke lokasi,” ujar Amimah.

Bersama tim, IPSM mendatangi kediaman Ahmad pada Rabu (5/8) setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cibingbin dan Pemerintah Desa Sindangjawa.

Dari hasil peninjauan awal, Ahmad diketahui mengalami kelumpuhan sehingga tidak mampu menjalankan aktivitas secara normal.

Kondisi tersebut membuat dirinya sangat bergantung pada bantuan orang lain, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain persoalan kesehatan, IPSM juga menemukan adanya sejumlah kendala administrasi yang diduga berdampak terhadap akses pelayanan sosial.

Berdasarkan keterangan keluarga, Ahmad belum memperoleh beberapa layanan yang dibutuhkan, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Namun, informasi tersebut masih berupa hasil pendataan awal dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh instansi terkait.

Persoalan administrasi kependudukan juga menjadi salah satu perhatian. Ahmad tinggal bersama Carti yang disebut menikah secara siri.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu kendala dalam proses pengurusan dokumen kependudukan dan akses terhadap sejumlah program pemerintah.

Amimah menyebut, Pemerintah Desa Sindangjawa saat ini tengah berupaya membantu penyelesaian administrasi kependudukan bagi Carti yang berasal dari Desa Ciroke, Kecamatan Cidahu.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama membantu agar Pak Ahmad memperoleh layanan kesehatan, administrasi kependudukan yang lengkap, serta akses terhadap bantuan sosial sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Menurut Amimah, penanganan terhadap kondisi Ahmad membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga lembaga sosial agar kebutuhan dasar warga tersebut dapat terpenuhi.

IPSM berharap persoalan yang dialami Ahmad tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terutama terkait layanan kesehatan, perbaikan administrasi kependudukan, serta akses bantuan sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Sindangjawa dan Dinas Sosial Kabupaten Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi Ahmad Arifin, termasuk riwayat bantuan yang pernah diterima maupun rencana penanganan selanjutnya. (Angga)