Pengunjuk Rasa Tuntut Hentikan Pungli dan Bubarkan Komite Sekolah

KOTA CIREBON, (FC).- Aksi unjuk rasa dari Aliansi Rakyat Peduli Pendidikan menuntut Dinas Pendidikan Kota Cirebon, untuk menghentikan pungutan liar (pungli) di lingkungan Disdik Kota Cirebon, Rabu (30/7).

Selain itu, mereka menuntut pembubaran komite sekolah yang dinilai menjadi bagian dari permasalahan tersebut.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang kantor Disdik Kota Cirebon.

Mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes keras terhadap maraknya dugaan pungli yang terjadi di dunia pendidikan.

Selain itu, massa juga mendesak agar menindak tegas oknum-oknum Disdik maupun pihak sekolah yang terbukti melakukan pungli di lingkungan pendidikan.

Aksi unjuk rasa tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Cirebon Kota. Meski sempat memanas, aksi berjalan tertib dan tidak terjadi bentrokan.

Tryas selaku koordinator aksi unjuk rasa kepada  mengatakan, hasil investigasi bahwa telah terjadi praktik pungutan liar di setiap sekolah wilayah Kota Cirebon.

“Hasil investigasi yang dilakukan oleh kami bahwa ada indikasi pungli yang dilakukan oleh sekolah di Kota Cirebon yang mengatasnamakan komite sekolah. Pungli itu salah satunya adalah seragam yang nominalnya bervariatif mulai Rp1 juta hingga Rp3 juta, harga ini sangat tidak rasional,” katanya.

Selain pungli, Tryas menyebutkan, saat penerimaan siswa baru (SPMB) banyak permainan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Jarak zonasi SPMB ada permainan dilakukan oleh Disdik Kota Cirebon dan pihak sekolah. Banyak calon siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah (SMP) tidak diterima, sedangkan yang jaraknya lebih jauh dari sekolah diterima. Ini jangan-jangan ada permainan yang dilakukan oleh oknum panitia SPMB. Kami melakukan aksi ini berdasarkan curhatan dari para orang tua siswa,” sebutnya.

Tryas menegaskan bahwa praktik pungli di lingkungan sekolah sangat membebani orang tua murid, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Kami kecewa, tidak satupun pejabat Disdik Kota menemui kami. Kami akan datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak,” tandasnya. (Agus)