KOTA CIREBON, (FC).- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada 28 April sampai 30 April 2022.

Karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di waktu yang bersamaan, Menhub berpesan kepada pemudik untuk mengawali mudik lebih awal.

Menhub juga meminta dukungan media massa untuk membantu pemerintah menyampaikan imbauan mudik lebih awal.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kepadatan di hari puncak mudik lebaran tahun 2022.
Pada tahun ini diprediksi sekitar 85,5 juta orang akan melakukan mudik.

Sektor darat menjadi yang krusial untuk ditangani karena sekitar 47 persen dari masyarakat menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor).

Menangani hal itu, seluruh pihak terkait khususnya kepolisian melakukan upaya diantaranya contra flow, one way, dan lainnya.

Sehingga konsekuensinya akan berakibat kepada para pemudik di jalur arteri.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon, Andi Armawan menyikapi pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun 2022.

Untuk tugas pengamanan mudik, menurutnya, Dishub Kota Cirebon telah menempatkan 75 petugas di posko gabungan dan 25 orang berjaga di Mako Dishub.

Selain itu juga mendirikan dua posko yaitu di depan Kantor DKIS dan di depan Taman Air Gua Sunyaragi Jalan Brigjen Darsono By Pass Cirebon.

Pihaknya tidak saja memantau arus mudik namun juga kegiatan atau aktivitas masyarakat khususnya tradisi silahturahmi dan berkunjung ke obyek wisata pada H+3 lebaran.

“Bukan kita mengamankan mereka tapi mengingatkan kembali tapi bagaimana mengingatkan kembali bahwa pandemi masih ada,” jelasnya, Rabu (27/4).

Bersama dengan tim lain BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, pihaknya akan terus memberikan semacam warning kepada masyarakat untuk tetap menggunakan protokol kesehatan, masker, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Mantan Kasatpol PP ini menegaskan, Operasi Pengamanan Mudik Lebaran tahun 2022 sangat esktra.

Mengingat adanya kebijakan dari Korlantas Polri dimana mulai tanggal 28 April dilakukan Contra Flow dan juga One Way.

Jalur utama arteri yang sebelumnya digunakan untuk dua arah maka saat kebijakan itu dilakukan mulai tanggal 28 April 2022 pukul 07.00 sampai dengan pukul 00.00 WIB akan diberlakukan kegiatan one way.

Pihaknya berharap hal itu tidak terjadi karena jika kegiatan one way ataupun contra flow dilakukan, Dishub akan bekerja dobel.

Dimana pengamatan untuk arus mudik tidak hanya dari barat menuju ke timur tetapi juga sebaliknya.
Jalur Pantura di Kota Cirebon yang sempit dikhawatir akan menimbulkan kemacetan parah.

“Tadi saja kami koordinasi dengan pihak kepolisian sudah melakukan penutupan beberapa U-Turn yang ada kemudian ada beberapa simpangan juga kita tutup ternyata apa mengakibatkan kemacetan akhirnya kita buka lagi demi mendirikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Untuk itu, tegas Andi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Cirebon Kota agar melihat situasiasional.

Ketika volume kendaraan sudah padat dan kondisi malam hari serta menyangkut keselamatan pemudik, maka jalur U-Turn dan persimpangan yang dianggap rawan kecelakan.

Sehingga para pemudik bisa leluasa melintas di jalur Pantura Kota Cirebon dengan nyaman dan selamat.

Titik rawan kecelakaan banyak terutama di jalur pantura karena titik lelahnya pemudik itu ada di Cirebon dari Jakarta mereka pasti istirahat di rest area sepanjang jalan.

Pihaknya juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pedagang kaki lima dadakan tentang pentingnya tertib lalulintas.

Mereka boleh jualan tetapi jangan mendekati badan jalan, ini berbahaya sekali. Karena saat puncak mudik akan memacu kendaraan dengan kecepatan yang kencang.

“Mudah-mudahan zero accident tidak ada kecelakaan fatal, kita berdoa mudik dan balik tahun ini aman, nyaman, lancar dan sehat. Jangan ada lagi ledakan Covid-19,” pungkasnya. (Agus)