Tracing TBC Temukan 74 Kasus Positif
KAB.CIREBON, (FC).- Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) secara dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Melalui program tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 74 warga dinyatakan positif TBC dari 18.665 orang yang telah menjalani pemeriksaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Cirebon dalam memutus rantai penularan TBC sekaligus memastikan masyarakat yang terindikasi mendapatkan pengobatan sejak awal.
Bupati Cirebon H. Imron mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke masyarakat, termasuk menyediakan fasilitas pendukung seperti mobil rontgen untuk mendeteksi penyakit secara cepat.
“Dinas Kesehatan kami tugaskan untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan gratis, bahkan rontgen. Kalau ada masyarakat yang sakit bisa segera diketahui dan ditangani,” ujar Imron saat monitoring tracing TBC terintegrasi CKG di Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Rabu (23/9).
Menurut Imron, kegiatan tersebut akan terus dilakukan hingga akhir tahun dengan menyasar seluruh desa di Kabupaten Cirebon.
“Kita terus lakukan sampai Desember di 412 desa. Targetnya menemukan masyarakat yang sakit untuk segera diobati sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni menjelaskan, tracing dilakukan terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, mempunyai faktor risiko, maupun mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Dari total pemeriksaan yang telah dilakukan, terdapat sekitar 2.236 warga yang masuk kategori terduga TBC. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, sebanyak 74 orang dinyatakan positif.
“Dari 74 yang positif tersebut, terdapat 239 orang yang menjadi kontak erat karena tinggal dalam satu rumah,” jelas Eni.
Ia menambahkan, data tersebut masih dapat berubah karena proses pelaporan dari sejumlah puskesmas ke aplikasi Kementerian Kesehatan masih berlangsung.
Bagi warga yang dinyatakan positif TBC, kata Eni, penanganan langsung dilakukan melalui pengobatan. Selain itu, keluarga yang tinggal bersama pasien juga diperiksa untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kalau positif langsung diobati. Kontak serumah juga diperiksa dan ditangani sesuai kondisi. Setelah itu lingkungan sekitar rumah pasien kembali dilakukan tracing,” ujarnya.
Menurut Eni, program tersebut tidak hanya bertujuan menemukan kasus baru, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar penularan TBC dapat ditekan.
Pemkab Cirebon menargetkan sekitar 46.600 warga mengikuti pemeriksaan dalam program tersebut. Setiap desa diharapkan mampu menjaring sedikitnya 100 orang, terutama warga yang memiliki hubungan dengan pasien TBC maupun mengalami gejala.
“Targetnya satu desa sekitar 100 orang, terutama kontak erat, warga yang memiliki gejala, dan mereka yang mempunyai faktor risiko,” katanya.
Eni menyebutkan, kegiatan tracing tahun ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program eliminasi TBC nasional pada 2030.
“Tujuannya 2030 eliminasi TBC. Hasil tracing ini menjadi bagian dari upaya agar kasus terus menurun,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam berulang, berkeringat pada malam hari, atau mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan