KAB.CIREBON, (FC).- Turnamen sepak bola Kuwu Cup I Desa Karangwangun resmi bergulir di Lapangan Dian Pusaka, Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Senin (10/8).

Turnamen perdana tersebut diikuti 32 tim dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon hingga daerah sekitar. Jumlah peserta itu merupakan hasil seleksi dari 46 tim yang sebelumnya mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama oleh Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman bersama jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia penyelenggara serta masyarakat pecinta sepak bola.

Kuwu Karangwangun, Taufik Islami, mengatakan Kuwu Cup digelar bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

“Kami berharap turnamen ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan,” ujar Taufik.

Ia meminta seluruh peserta menjaga semangat sportivitas dan menjunjung tinggi nilai fair play selama pertandingan berlangsung.

Hal serupa juga disampaikan kepada para suporter agar memberikan dukungan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik.

“Kami mengajak pemain dan suporter menjaga sportivitas, ketertiban, serta kondusivitas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Karangwangun dan panitia yang telah menggagas turnamen tersebut.

Menurut Agus, penyelenggaraan kompetisi sepak bola tingkat desa menunjukkan bahwa geliat olahraga di Kabupaten Cirebon terus berkembang.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Karangwangun dan panitia,” ungkap Agus.

Agus menegaskan, kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam sebuah kompetisi. Menurutnya, nilai terpenting dari turnamen adalah memperkuat persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan masyarakat.

“Menang dan kalah bukan tujuan utama. Yang penting kita bisa bersilaturahmi dan menjaga persatuan,” paparnya.

Ia juga mengingatkan para pemain, penonton dan suporter agar bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama turnamen berlangsung. Suasana pertandingan yang kondusif dinilai akan membuat kompetisi berjalan lebih menarik.

“Saya berharap seluruh penonton menjaga kondusivitas, ketertiban dan keamanan,” harapnya.

Agus berharap Kuwu Cup dapat menjadi pemicu munculnya kompetisi serupa di desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, turnamen lokal memiliki peran penting dalam mencari sekaligus membina talenta sepak bola daerah.

“Mudah-mudahan muncul Kuwu Cup lainnya di seluruh Kabupaten Cirebon,” katanya.

Sebagai bagian dari jajaran KONI Kabupaten Cirebon, Agus juga berharap perkembangan sepak bola daerah terus meningkat, termasuk kiprah PSGJ Kabupaten Cirebon agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Semoga sepak bola Kabupaten Cirebon semakin menggeliat, maju dan lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, PSGJ Kabupaten Cirebon diharapkan dapat mengikuti kompetisi regional tingkat provinsi hingga Liga 4 nasional, dengan target jangka panjang menembus Liga 3.

Melalui Kuwu Cup I Karangwangun, pemerintah daerah berharap pembinaan sepak bola dapat dimulai dari tingkat desa sekaligus membuka peluang lahirnya pemain-pemain potensial Kabupaten Cirebon. (Nawawi)