KOTA CIREBON, (FC). – Keputusan pemerintah daerah Kota Cirebon melalui gugus tugas covid-19 untuk mentiadakan pasar malam dan kerumunan disambut positif Keraton Kanoman Cirebon.

Keraton Kanoman Cirebon berkomitmen untuk tidak mengadakan kegiatan pasar yang biasa terjadi pada muludan. Hal ini disampaikan salah satu keluarga Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Mawar.

Dia mengatakan, rangkaian acara muludan 2020 tidak sama seperti tahun lalu karena pada tahun ini terkendala masalah pendemi covid-19 yang sangat berbahaya.

“Dalam masa pendemi, ini berurusan dengan nyawa, jadi kita putuskan untuk mentiadakan kegiatan pasar di muludan tahun 2020 ini,” kata Ratu Mawar kepada FC, Senin (28/9)

Keraton Kanoman akan melaksanakan apa yang menjadi anjuran dari pemerintah daerah Kota Cirebon, pihaknya mengatakan keputusan ini merupakan bentuk kasih sayang terhadap masyarakat.

“Keraton Kanoman sendiri belum dapat menjamin dapat terjadinya kluster muludan, kita juga tidak bisa pada saat tersebut kita cek satu persatu,” tuturnya.

Ratu Mawar menghimbau setiap lapisan yang pada setiap tahunnya datang ke acara muludan dimohon untuk mempertimbangkan lagi.

“Mungkin yang biasa datang ke muludan pada tahun sebelumnya dapat berdoa bersama di masing-masing kediamannya, jadi tolong difikirkan kembali,” pintanya.

Meskipun begitu pihak Keraton Kanoman Cirebon tetap melaksanakan ritual-ritual yang menjadi syarat utama tradisi dari muludan tersebut.

“Kalau menghilangkan tradisi itu tidak mungkin, karena itu sudah menjadi tradisi kita dan itu tidak mungkin dihilangkan,” paparnya.

Namun pihak Keraton Kanoman sudah mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah personel yang akan dihadirkan pada saat tradisi nanti.

“Kita tidak bisa hilangkan, tapi kita paling mengurangi jumlah personel saja, selain itu juga tradisi akan dilaksanakan secara internal saja,” katanya.

Selain itu, pihak dari Keraton Kanoman Cirebon juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian dan juga gugus tugas untuk bersama-sama mencegah terjadinya kluster muludan.
“Saya justru meminta kepada pihak kepolisian baik itu Kapolsek dan Kapolres dan juga gugus tugas untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19 di kawasan muludan,” paparnya.

Ratu Mawar menambahkan untuk tradisi panjang jimat juga akan tetap dilaksanakan, dengan mengurangi jumlah personel yang hadir.

“Tradisi muludan itu membutuhkan banyak personel, akan tetapi kita berusaha akan mengurangi pada saat prosesi panjang jimat, dari yang 50 orang mungkin menjadi 10-15 orang,” tandasnya. (Sakti/Job/FC)