KOTA CIREBON, (FC).– Saat sebagian kota masih terlelap, Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan sudah mulai bergerak. Suara roda koper, panggilan keberangkatan, hingga antrean penumpang jadi pemandangan rutin sejak subuh. Di sinilah nadi mobilitas Cirebon Raya berdetak setiap hari.
Rute Jakarta–Cirebon menjadi salah satu yang paling sibuk. Kereta ekonomi tetap jadi primadona. Bagi pekerja yang bolak-balik ibu kota, mahasiswa, hingga pelaku usaha, moda ini bukan sekadar transportasi—melainkan jembatan kehidupan.
Data PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat, setelah penerapan Gapeka 2025, sekitar 178 perjalanan kereta melintas setiap hari di wilayah Cirebon. Angka itu menunjukkan betapa strategisnya posisi kota ini di jalur Pantura.
Lonjakan paling terasa saat musim liburan. Pada periode Natal dan Tahun Baru, jumlah pelanggan mencapai lebih dari 276 ribu penumpang, bahkan okupansi sempat menyentuh 110 persen dari kapasitas kursi. Sementara saat libur sekolah, angka penumpang menembus 326 ribu orang.
Namun bukan hanya momen libur yang membuat stasiun padat. Hari biasa pun, kursi kereta ekonomi rute Jakarta–Cirebon kerap cepat terisi, terutama pada jam keberangkatan pagi dan sore. Banyak yang berangkat dini hari untuk mengejar aktivitas di ibu kota, lalu kembali malam harinya ke Cirebon.
Fenomena ini memperlihatkan satu hal, Cirebon bukan lagi sekadar kota persinggahan, melainkan simpul mobilitas regional. Kota ini menjadi titik temu antara arus pekerja, pelajar, wisatawan, dan perantau.
Dengan total jutaan pelanggan yang dilayani sepanjang tahun, Daop 3 Cirebon memegang peran penting dalam menjaga konektivitas Jawa Barat bagian timur dengan Jakarta dan wilayah Jawa Tengah.
Di tengah pilihan transportasi yang beragam, kereta ekonomi tetap menjadi tulang punggung. Harga terjangkau, waktu tempuh stabil, dan akses stasiun yang strategis membuat rel masih menjadi pilihan rasional.
Cirebon mungkin dikenal sebagai Kota Udang. Tapi setiap hari, kota ini juga menunjukkan wajah lain: kota yang terus bergerak. Dari subuh hingga senja, rel kereta menjadi saksi perjalanan ribuan cerita warganya. (Enon)










































































































Discussion about this post