KAB. CIREBON, (FC).- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi Pondok Pesantren Babakan, Kabupaten Cirebon pada Minggu (8/10). Kunjungan Menparekraf ini dalam rangka kegiatan Visitasi Santri Digitalpreneur Indonesia 2023.

Santri Digitalpreneur Indonesia “Indonesia Bangkit, Santri Mendunia” merupakan kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagai wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi milenial dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif.

Tujuan Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 antara lain adalah menciptakan santri yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya, memberdayakan santri unggulan hingga mampu bersaing di industri kreatif dan digital, menjadikan santri modern yang tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.
Nantinya, santri bisa menjadi produsen informasi dan literasi, penggerak konten-konten serta produk bermutu yang bernilai islami.

Kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia tahun 2021 dilaksanakan secara online ketika masa pandemi, sehingga masih ada beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan pelatihan yang diikuti peserta selama 24 pertemuan, dan berlangsung kurang lebih 2 bulan, dengan 3 pilihan program kepelatihan.

Pada tahun 2022, kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia dihadirkan dengan konsep yang berbeda dan hanya akan terfokus pada program “Kreatif dan Digital”, dilaksanakan secara offline selama 4 hari di 8 kabupaten/kota terpilih, yaitu Tasikmalaya, Serang, Cirebon, Padang, Banjarmasin, Bondowoso, Sidoarjo dan Bangkalan.

Pada Tahun 2023, kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia dihadirkan dengan output pelatihan Video Konten Kreatif, dilaksanakan secara offline selama 4 hari di 10 kabupaten/kota terpilih, Yaitu Pangkep, Bangkalan, Jombang, Rembang, Bogor, Cirebon, Purwakarta, Magelang, Situbondo, Serang

Pelatihan diadakan di pesantren terpilih yang unggul dalam hal digital kreatif. Maka terpilihlah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin yang terletak di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Ditunjang dengan fasilitas yang lengkap, lingkungan yang asri dan tertata rapi, serta SDM yang unggul dibidangnya masing-masing, dapat melahirkan generasi ulul albab yang mampu mengembang Amanah dan menjawab tantangan dunia kedepan.

Agar program ini tepat sasaran, Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 berkolaborasi dengan Yayasan Dewa Dewi, Pesantren Darunnajah, dan Arus Informasi Santri Nusantara untuk membantu menggerakkan santri-santri dalam mendaftar dan mengikuti pelatihan.

Pemilihan peserta didasarkan pada minat para santri terhadap proses kreatif dan digitalisasi. Sehingga harapannya, para santri yang memiliki minat, pengetahuan, atau bahkan telah memiliki karya, dapat scale up kemampuan mereka melalui kegiatan ini.

Di setiap kota, Santri Digitalpreneur Indonesia akan menjaring 50 orang peserta dari 10 pesantren yang akan mengikuti pelatihan selama 4 hari. Setiap pesantren akan tergabung menjadi 1 kelompok beranggotakan 5 orang, dan diminta untuk menghasilkan 1 Video Konten Kreatif.

Karya terbaik dari masing-masing kota nantinya akan dipamerkan pada Demo Day di Jakarta. Selain itu, Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 juga berkolaborasi dengan sponsor Hyppe, aplikasi media sosial lokal yang memberikan pengalaman baru untuk anak muda masa kini berbagi momen kehidupan sehari-hari ke semua orang dan juga Nibras, Muslim Fashion dengan gaya masa kini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengatakan, dengan diadakannya program tahun ini secara offline, diharapkan akan lebih memaksimalkan proses pelatihan dari mentor-mentor profesional terbaik di bidang kreatif dan digital.

“Sehingga harapannya, para santri mampu mengenal lebih dalam industri kreatif yang sedang berkembang saat ini dan juga meningkatkan kemampuan mereka melalui seluruh rangkaian kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia 2023,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam siaran pers yang diterima FC, Senin (9/10).

Semoga para santri dapat mengikuti seluruh program dengan baik dan mendapat manfaat sebanyak-banyaknya, agar bisa terus menyebarkan nilai-nilai islami dalam setiap konten yang dibuat, hingga mampu membentuk komunitas atau ekosistem yang baik untuk kepentingan bangsa, negara dan umat.(Andriyana)