Pembangunan KNMP Citemu Capai 50 Persen, Muara Butuh Penanganan
KAB.CIREBON, (FC).- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, telah mencapai sekitar 50 persen. Tahap pertama ditargetkan rampung akhir November 2026, sedangkan seluruh fasilitas kawasan diharapkan selesai pada akhir Desember mendatang.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citemu, Lukman Hakim, mengatakan pembangunan dilakukan bertahap untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana nelayan. Sejumlah fasilitas dasar tengah dikerjakan guna menunjang aktivitas perikanan di kawasan pesisir tersebut.
“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 50 persen. Kami memprediksi pengerjaan tahap pertama bisa rampung pada akhir November 2026,” ujar Lukman, Rabu (28/10).
Pada tahap pertama, pembangunan mencakup shelter pendaratan perahu, tempat docking atau perbaikan perahu, rumah genset, gedung perkantoran, tempat penampungan sementara (TPS) sampah, gerai perbekalan nelayan, penerangan jalan umum (PJU), serta perbaikan jalan.
Sementara itu, tahap kedua direncanakan meliputi pembangunan pabrik es dan ruang penyimpanan berpendingin atau cold storage. Kedua fasilitas tersebut diharapkan membantu menjaga kesegaran hasil tangkapan sekaligus mendukung proses penyimpanan sebelum ikan dipasarkan.
“Kami optimistis seluruh fasilitas KNMP dapat diselesaikan 100 persen pada akhir Desember 2026, sehingga selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan masyarakat nelayan,” katanya.
Namun, penyelesaian fasilitas di darat bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelancaran operasional KNMP. Kondisi alur sungai dan muara juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan akses perahu nelayan menuju lokasi pendaratan.
Karena itu, BPD bersama masyarakat Desa Citemu berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan normalisasi Sungai Selopenganten serta membangun pemecah gelombang atau breakwater di kawasan muara.
Menurut Lukman, pendangkalan akibat sedimentasi berpotensi menghambat lalu lintas perahu. Sementara itu, pemecah gelombang diharapkan dapat membantu melindungi kawasan muara dari pengaruh gelombang sehingga akses perairan lebih terjaga.
“Kami berharap Sungai Selopenganten segera dinormalisasi dan kawasan muaranya dilengkapi pemecah gelombang. Dengan begitu, perahu nelayan, termasuk yang berkapasitas hingga 5 Gross Tonnage (GT), diharapkan dapat melintas dan bersandar dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan KNMP dapat berjalan seiring dengan penanganan infrastruktur perairan. Dengan begitu, fasilitas yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan nelayan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.
Pembangunan KNMP Citemu diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat sektor perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir. Selain penyelesaian fisik, kesiapan pengelolaan fasilitas serta dukungan akses perairan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan kawasan tersebut. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan