KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 50 karya dari delapan negara dipamerkan dalam International Exhibition DKV Fest Vol. 7 Universitas Kuningan (UNIKU), Jumat (25/9). Pameran tersebut menjadi ruang pertemuan gagasan kreatif mahasiswa dan pegiat desain dari berbagai negara.

Pameran yang berlangsung di Kampus 2 Fakultas Ilmu Komputer UNIKU itu merupakan bagian dari festival tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UNIKU.

Tahun ini, DKV Fest mengusung tema “Metamorph”, yang menggambarkan proses perubahan dan perkembangan dalam karya maupun kehidupan manusia.

Karya yang dipamerkan berasal dari Turki, Meksiko, Kenya, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Taiwan dan Indonesia. Kehadiran karya lintas negara tersebut memperluas ruang pertukaran gagasan dan perspektif dalam dunia desain komunikasi visual.

Festival resmi dibuka Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar. Dalam kesempatan itu, Dian mengingatkan mahasiswa DKV agar tidak berhenti pada penciptaan karya yang menarik secara visual.

Menurutnya, desain memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan, emosi, kegelisahan maupun aspirasi pembuatnya. Karena itu, sebuah karya perlu memiliki dasar pemikiran serta pesan yang dapat dipahami masyarakat.

“Jadi saya ingin nanti melihat karya mahasiswa ini bukan sebagai produk seni, tapi mungkin saya lebih cenderung pada sisi ungkapan intelektual,” ujar Dian.

Ia mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar karya yang eye-catching, tetapi mampu menghadirkan sesuatu yang eye-opening sehingga membuka cara pandang dan meninggalkan makna bagi penikmatnya.

“Kesan pertama boleh menggoda, selanjutnya lebih terpesona karena kita punya makna, punya arti yang mendalam,” katanya.

Dian juga meminta mahasiswa tidak menjadikan komputer dan internet sebagai satu-satunya sumber inspirasi. Menurutnya, lingkungan sekitar menyimpan banyak persoalan dan cerita yang dapat diolah menjadi gagasan kreatif.

Kehidupan pasar tradisional, petani, seniman, budayawan, pelaku UMKM hingga persoalan sosial, lingkungan dan pariwisata dapat menjadi sumber ide bagi mahasiswa.

“Ilmu yang luas itu yang memberikan inspirasi ada di sekeliling kita. Banyak hal yang bisa kita gali,” ujarnya.

Dian juga menekankan pentingnya identitas lokal dalam karya mahasiswa. Kekayaan alam, tradisi, kuliner, sejarah desa, karakter masyarakat hingga filosofi kehidupan Kuningan dinilai dapat menjadi sumber inspirasi yang kuat.

“Ini semua adalah sumber inspirasi bagi kalian semua untuk digali lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, panitia mengatakan DKV Fest menjadi agenda tahunan mahasiswa untuk menampilkan karya, bertukar gagasan, membangun kolaborasi dan memperluas jejaring kreatif.

Selain International Exhibition, DKV Fest Vol. 7 diisi workshop, menghadirkan praktisi, komunitas serta berbagai pertunjukan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi, edukasi dan kolaborasi bagi mahasiswa maupun peserta.

Mengusung semangat “Metamorph”, festival tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pamer karya, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berkembang dan melahirkan karya yang memiliki makna.

“Teruslah tumbuh, teruslah berubah, teruslah menciptakan yang bermanfaat. Karena masa depan ini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membaca perubahan, tapi orang-orang yang mampu menciptakan makna dari perubahan tersebut,” pungkas Dian. (Angga)