KUNINGAN, (FC).- Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8) dini hari.

Hingga siang hari, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah titik timbunan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Usep Sumirat, mengatakan informasi kebakaran diterima sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIB. Saat tiba di lokasi, api sudah terlihat membakar bagian tengah area TPA.

“Saya juga baru dapat informasi sekitar jam 4.30 sampai 5.00. Setelah saya datang ke sini, sudah ada api di tengah,” ujar Usep saat ditemui di lokasi, Rabu (12/8).

Menurutnya, proses pemadaman mengalami kendala akibat kondisi musim kemarau dan angin yang cukup kencang.

Bahkan, sejumlah titik yang sebelumnya berhasil dipadamkan kembali muncul api karena bara masih tersimpan di bagian dalam timbunan sampah.

“Yang tadi sudah mati ternyata hidup lagi. Karena di bawahnya banyak sampah yang masih menyimpan bara,” katanya.

Usep memperkirakan area terdampak kebakaran mencapai sekitar 3 hingga 4 hektare dari total luas TPA yang mencapai sekitar 7,5 hektare. Petugas masih melakukan pemadaman sekaligus penyisiran agar api tidak merambat ke area lain.

Untuk mengendalikan penyebaran api, DLH meminta petugas membuat sekat di sekitar lokasi terbakar. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup sebelum timbunan sampah ditutup menggunakan tanah.

“Saya sudah minta dibuatkan sekat. Sebelah kanan sudah agak aman, tapi bagi saya belum aman selama belum ditutup dengan tanah,” jelasnya.

Selain kondisi cuaca, kendala lain dalam pemadaman adalah keterbatasan pasokan air dan mobilisasi sarana pendukung.

Meski jumlah personel dinilai cukup, armada tangki harus bolak-balik mengambil air sehingga proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara terus menerus.

“Air menjadi kendala. Kemudian mobilisasi sarana pendukung. Personel cukup, tetapi ini membutuhkan tangki. Tangki juga harus mengambil air sehingga ada jeda,” ungkap Usep.

Kebakaran tersebut juga sempat menghambat aktivitas pengangkutan sampah. Sejumlah kendaraan pengangkut tidak dapat langsung membuang muatan karena DLH masih memastikan lokasi pembuangan aman.

“Tadi pagi sempat ada antrean kendaraan pengangkut sampah yang belum bisa drop. Saya khawatir kalau belum aman,” ujarnya.

Usep menegaskan, langkah utama yang akan dilakukan adalah menutup timbunan sampah menggunakan tanah padat. Cara tersebut dinilai efektif untuk memutus bara api yang masih berada di dalam tumpukan sampah.

“Yang utama saya ingin segera menyelesaikan yang ini dengan ditutup tanah padat,” tegasnya.

Ia mengingatkan petugas agar tetap waspada karena karakter kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran lahan terbuka. Api dapat bergerak di dalam timbunan sehingga titik panas sulit terlihat dari permukaan.

“Kalau kebakaran hutan mungkin cukup menggali 10 sampai 15 sentimeter, tetapi di TPA bisa lebih dalam. Kita tidak tahu api bergerak dari dalam,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Usep belum dapat memastikan sumber api. Dugaan kelalaian manusia masih dimungkinkan, namun pihaknya memilih fokus menangani kebakaran terlebih dahulu.

“Kemungkinan itu ada. Tetapi saat ini yang terpenting bagaimana api bisa segera padam,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sejak subuh dan langsung menerjunkan personel ke lokasi.

“Beberapa titik sudah bisa dipadamkan, namun masih ada beberapa titik yang menyala,” ujar Indra.

Menurutnya, kondisi kemarau dan angin kencang menjadi faktor yang dapat membuat api kembali muncul maupun menjalar.

Petugas gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman serta penyisiran. Ambulans juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi dampak kepulan asap terhadap petugas maupun masyarakat.

Hingga Rabu siang, api masih dalam proses penanganan. Petugas terus berupaya mengendalikan kebakaran dan memastikan area terdampak segera ditutup menggunakan tanah padat. (Angga)