KAB. CIREBON, (FC).- Ribuan masyarakat memadati halaman Stadion Watubelah, Minggu (9/8), dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sekaligus Hari UMKM Nasional 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Peringatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama insan koperasi dan pelaku UMKM itu berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba olahraga, seni budaya, bazar UMKM, hingga fun bike yang diikuti hampir 1.000 peserta.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cirebon, H. Pandi, mengatakan peringatan Harkopnas tahun ini menjadi momentum memperkuat peran koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Insan koperasi dan UMKM bersama-sama melaksanakan peringatan hari ini. Ada berbagai kegiatan, mulai dari lomba bola voli wilayah III Kabupaten Cirebon, lomba tari topeng, lomba karaoke, hingga syukuran penerimaan kendaraan KDMP,” ujar Pandi.

Ia menyebutkan, sebanyak 103 unit kendaraan dump truck dan 20 unit kendaraan pick up untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Cirebon telah diterima dan diluncurkan oleh Bupati Cirebon bersama perwakilan unsur TNI.

Selain kegiatan hiburan dan olahraga, antusiasme masyarakat juga terlihat dalam gelaran bazar UMKM. Sebanyak 125 stan yang diisi pelaku UMKM dan gerakan koperasi turut meramaikan kegiatan selama dua hari tersebut.

“Yang paling memeriahkan hari ini adalah fun bike. Pesertanya hampir 1.000 orang dan ada undian hadiah, mulai dari motor listrik hingga berbagai hadiah hiburan,” katanya.

Pandi menjelaskan, tema nasional Harkopnas tahun ini mengusung tagline Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Menurutnya, koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata, memiliki usaha mandiri, sehat, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Artinya koperasi harus bermanfaat, menyiapkan diri, memberikan pelayanan dan usaha yang mandiri. Koperasinya sehat dan anggota mendapatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Dekopinwil Jabar, Yuke Mauliani Septina, mengapresiasi pelaksanaan Harkopnas di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sebagai bentuk syukuran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat gerakan koperasi melalui kebersamaan seluruh pihak.

“Koperasi di Kabupaten Cirebon cukup banyak, begitu juga UMKM-nya. Apalagi KDKMP menjadi salah satu yang terbanyak setelah Bogor. Karena itu perlu kolaborasi antara dinas dan Dekopinda,” ujarnya.

Yuke berharap peringatan Harkopnas dapat menjadi pengingat terhadap sejarah panjang gerakan koperasi sekaligus menjaga keberlangsungan koperasi agar semakin berkembang.

“Kita harus bersama-sama menjaga keberlangsungannya koperasi,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, menambahkan kegiatan tersebut menjadi sarana publikasi untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap koperasi dan UMKM.

“Dengan konsolidasi yang saling berkolaborasi ini, kita ingin koperasi dan UMKM lebih dimiliki, lebih dicintai, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Alex.

Ia mengatakan, Kabupaten Cirebon telah memiliki regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang UMKM dan Koperasi sebagai dasar penguatan sektor tersebut.

Melalui regulasi itu, berbagai elemen seperti akademisi, dunia usaha, industri, dan masyarakat diharapkan dapat terlibat dalam mendukung perkembangan koperasi serta UMKM.

Alex menjelaskan, salah satu program strategis dalam penguatan koperasi adalah Klinik Koperasi yang berfungsi membantu mendiagnosis kesehatan koperasi, mulai dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga tahapan pengembangan organisasi.

Sementara untuk sektor UMKM, Pemkab Cirebon terus mendorong program Cirebon Inkubator Bisnis (CIB) sebagai program prioritas daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Ia menegaskan, generasi muda juga harus mulai melihat koperasi dan UMKM sebagai sektor yang menjanjikan.

“Kita punya tagline yang diluncurkan Pak Bupati, yakni Koperasi Keren, UMKM Keren. Siapa pun yang berkoperasi itu keren, begitu juga yang ber-UMKM,” ujarnya.

Menurut Alex, sektor UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 97 persen penggerak ekonomi daerah berasal dari sektor UMKM.

“Dengan koperasi sebagai offtaker dan UMKM sebagai produsennya, mudah-mudahan mampu mendorong perekonomian Kabupaten Cirebon dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ghofar)