PWI Majalengka Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Lima Jurnalis yang Hilang dalam Tugas di Selat Sunda
MAJALENGKA, (FC).— Suasana haru menyelimuti Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka pada Sabtu malam (19/9/).
Puluhan insan pers dari PWI dan IJTI bersama unsur pemerintahan setempat berkumpul dalam suasana duka dan doa untuk lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kelima jurnalis tersebut berangkat ke wilayah perairan Selat Sunda dalam rangka menunaikan tugas peliputan aktivitas anak Gunung Krakatau.
Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar batin bagi kelima jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar khidmat. Para peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa agar proses pencarian membuahkan hasil dan kelima jurnalis tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Pardi Supardi yabg akrab di sapa Ipay mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko besar, terutama ketika wartawan menjalankan tugas di wilayah yang memiliki potensi bahaya.
“Makna yang kita bisa ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana tugas seorang jurnalis itu sangat berat dan juga bisa mengancam nyawa,” kata Pardi.
Menurut pria yang akrab disapa Ipay ini, wartawan memiliki tanggung jawab profesional untuk menghadirkan informasi yang akurat untuk di publish dan diketahui masyarakat luas. Namun, tanggung jawab tersebut harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap keselamatan diri.
Ia pun mengingatkan seluruh jurnalis agar senantiasa berhati-hati ketika melakukan peliputan, terutama di lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Kami berpesan kepada teman-teman jurnalis untuk juga memproteksi diri, berhati-hati dalam bertugas, terutama disaat bertugas di tempat tempat yang cukup rawan bagi keselamatanya” ujar Ketua PWI Majalengka dua periode ini.
Meski tragedi tersebut menyisakan duka mendalam, Pardi berharap kejadian itu tidak membuat insan pers kehilangan semangat dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kita harus tetap optimis dalam menjalankan tugas tigas jurnalis. Namun yang terpenting jaga keselamatan diri secara baik baik.
“Perististiwa yang menimpa rekan rekan kami di persuran Selat Sunda Ini, bukan menjadikan semangat kita kendor, tetapi harus bisa dijadikan pemicu semangat dan motivasi bagi teman-teman jurnalis untuk lebih profesional lagi dalam bertugas,” katanya.
Ditempat yang sama mantan Ketua PWI Majalengka Jejeo Falahulalam, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada kekuarga korban. Semoga kelima kawan kawan kami segera diketemukan dalam kondisi apapun.
“Lantunan doa ini kami panjatkan, sebagai rasa prihatin sesama insan jurnalis. Semoga kelima kawan kawan kami segera dijetemukan,” pungjas Jejep singkat.
Suasana semakin haru ketika peserta mengheningkan cipta. Sejumlah insan pers tampak meneteskan air mata. Doa yang dipanjatkan malam itu bermuara pada harapan yang sama, semoga kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Bagi keluarga, rekan seprofesi, dan komunitas pers, kehilangan kabar dari seorang jurnalis bukan sekadar persoalan pekerjaan. Di balik setiap berita yang sampai kepada masyarakat, terdapat kerja keras, keberanian, waktu, tenaga, serta risiko yang terkadang harus dihadapi di lapangan.
Doa bersama di Sekretariat PWI Majalengka menjadi simbol solidaritas dunia pers. Duka yang dirasakan keluarga diharapkan menjadi perhatian bersama, sementara proses pencarian tetap menjadi ikhtiar utama.
Di penghujung kegiatan, doa kembali dipanjatkan dengan harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dan mendapat perlindungan selama proses pencarian berlangsung.
“Semoga segera ditemukan, semoga dilindungi-nya,” menjadi harapan yang terus menggema di tengah suasana duka.
Bagi insan pers, mereka bukan sekadar rekan kerja. Mereka adalah bagian dari keluarga besar jurnalistik yang sedang menunaikan tugas mulia. Selamat berjuang dalam tugas pencarian. Semoga lima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Munadi)


Tinggalkan Balasan