KOTA CIREBON, (FC).- Restoran atau rumah makan menjadi motor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kota Cirebon sepanjang 2026. Hingga Juli, penerimaan dari sektor tersebut telah mencapai Rp47,97 miliar.

Angka tersebut menjadi bagian terbesar dari total PAD sektor pariwisata yang telah dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon sebesar Rp64,91 miliar.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, capaian tersebut telah mencapai 50,16 persen dari target PAD sektor pariwisata tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp129,40 miliar.

“Realisasi ini menunjukkan progres yang cukup baik karena sudah mencapai lebih dari separuh target tahunan,” kata Agus, Kamis (13/8).

Berdasarkan data Disbudpar, kontribusi terbesar berasal dari sektor restoran atau rumah makan. Hingga Juli 2026, penerimaannya mencapai Rp47,97 miliar dari target Rp94,83 miliar atau sekitar 50,58 persen.

Sementara itu, sektor hotel menyumbang Rp11,93 miliar dari target Rp24,57 miliar. Capaian tersebut setara dengan 48,57 persen.

Adapun sektor hiburan telah memberikan kontribusi sebesar Rp5,01 miliar dari target Rp10 miliar atau mencapai 50,06 persen.

Agus menilai capaian tersebut masih berpeluang bertambah mengingat tahun anggaran 2026 masih berjalan. Disbudpar pun terus mengoptimalkan potensi penerimaan dari berbagai aktivitas usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Berdasarkan data Disbudpar, kontribusi terbesar berasal dari sektor restoran atau rumah makan. Hingga Juli 2026, penerimaannya mencapai Rp47,97 miliar dari target Rp94,83 miliar atau sekitar 50,58 persen.

Sementara itu, sektor hotel menyumbang Rp11,93 miliar dari target Rp24,57 miliar. Capaian tersebut setara dengan 48,57 persen.

Adapun sektor hiburan telah memberikan kontribusi sebesar Rp5,01 miliar dari target Rp10 miliar atau mencapai 50,06 persen.

Agus menilai capaian tersebut masih berpeluang bertambah mengingat tahun anggaran 2026 masih berjalan. Disbudpar pun terus mengoptimalkan potensi penerimaan dari berbagai aktivitas usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Tingginya jumlah kunjungan wisatawan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kota Cirebon.

“Kami akan terus mendorong optimalisasi potensi tersebut agar penerimaan dari sektor pariwisata dapat semakin meningkat hingga akhir 2026,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, tingginya angka kunjungan menunjukkan adanya perubahan posisi Kota Cirebon dari sekadar kota perlintasan menjadi salah satu tujuan wisata.

“Ini kabar yang baik bagi Kota Cirebon, bukti bahwa kita juga menjadi kota tujuan wisata,” ujar Farida.

Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Cirebon. Pasalnya, tingginya angka kunjungan pada semester pertama harus mampu dipertahankan hingga akhir tahun, bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Farida menilai pertumbuhan wisatawan tidak cukup hanya dilihat sebagai pencapaian angka. Peningkatan kunjungan harus diikuti dengan kesiapan destinasi, fasilitas, hingga pelayanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman selama berada di Kota Cirebon.

“Angka yang saat ini tinggi, ke depan harus dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan,” katanya.

Karena itu, Farida meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon bersama perangkat daerah terkait terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan.

Menurut dia, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam menjaga kepuasan wisatawan. Destinasi wisata harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga wisatawan memiliki alasan untuk kembali berkunjung.

“Harus dipastikan fasilitas dan sarprasnya mendukung, dan bisa membuat para pengunjung aman dan nyaman saat berwisata,” ucapnya.

Farida mengatakan, peningkatan kunjungan wisata juga tidak terlepas dari berbagai kegiatan dan event yang digelar Pemerintah Kota Cirebon sepanjang semester pertama 2026. Sejumlah agenda besar turut menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Kota Cirebon.

Beberapa di antaranya yakni Milangkala Tatar Sunda yang menjadi hajat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, rangkaian Hari Jadi Cirebon, hingga Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (Porsenitas) XIII.

Pemkot Cirebon pun menyiapkan sejumlah agenda lainnya pada semester kedua 2026. Berbagai event tersebut diharapkan kembali mampu mendatangkan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Di semester kedua ini kita juga akan hadirkan event-event besar lainnya. Mudah-mudahan bisa mengundang banyak kunjungan kembali. Dan tentu dengan kunjungan yang meningkat, akan berpengaruh terhadap PAD kita,” kata Farida. (Agus)