KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mulai melakukan evaluasi menyeluruh pascakebakaran yang melanda Blok E Pasar Sandang Tegalgubug. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang sekaligus memperkuat sistem keamanan di kawasan pasar.

Evaluasi dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengelola Pasar Sandang Tegalgubug, serta petugas keamanan, Minggu (2/8/2026).

Sekretaris Desa Tegalgubug, Adi Syahfrudin, mengatakan rapat tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran sekaligus menyusun strategi pencegahan ke depan.

“Kami melakukan analisis terlebih dahulu mengenai penyebab kebakaran, apakah berasal dari korsleting listrik atau faktor lainnya. Hari ini kami mulai melakukan investigasi, analisa, dan telaah sebagai dasar menentukan langkah penanganan ke depan,” ujar Adi.

Menurutnya, pemerintah desa juga akan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) milik pedagang untuk mengetahui kondisi sebelum kebakaran terjadi. Hasil penelusuran tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan aparat kepolisian, termasuk Tim Inafis Polresta Cirebon.

Adi mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam menangani kebakaran yang terjadi di pasar tersebut.

Selain mencari penyebab kebakaran, pemerintah desa juga akan memperketat pengawasan terhadap instalasi listrik di area pasar. Para pedagang akan diberikan edukasi agar memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan kios.

“Kami akan mengingatkan pedagang untuk selalu mengecek peralatan elektronik sebelum meninggalkan kios serta memperbaiki instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran yang terjadi sebelumnya menghanguskan sekitar 40 los dari total sekitar 60 los yang berada di Blok E.

Pemerintah desa juga mengakui fasilitas alat pemadam api ringan (APAR) di pasar masih minim. Saat ini hanya tersedia tiga unit APAR yang ditempatkan di kantor pengelola pasar, sementara di area los dan blok pedagang belum tersedia.

“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi kami. Ke depan kami akan menambah APAR di sejumlah titik strategis yang rawan kebakaran,” jelas Adi.

Selain menambah fasilitas pemadam awal, pemerintah desa juga mendorong para pedagang yang memiliki kemampuan untuk menyediakan APAR secara mandiri di kios masing-masing sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Kami berharap kesadaran bersama ini dapat memperkuat upaya pencegahan kebakaran di lingkungan pasar,” tambahnya.

Melalui evaluasi tersebut, Pemdes Tegalgubug berharap sistem keamanan Pasar Sandang Tegalgubug semakin baik sehingga aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung. (Johan)