INDRAMAYU, (FC).- Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kabupaten Indramayu mempertanyakan program pencapaian Bupati Indramayu Lucky Hakim yang tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.
Ketua Pansus IV DPRD Kabupaten Indramayu, Ibnu Risman Syah, mengatakan rapat ini bertujuan untuk menelaah dan mengklarifikasi capaian kinerja yang tercantum dalam LKPJ, khususnya terkait persentase keberhasilan program yang dilaporkan oleh Pemerintah Daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa capaian persentase yang disampaikan dalam LKPJ benar-benar terukur dan memiliki dasar perhitungan yang jelas,” ujarnya saat menggelar Rapat bersama Mitra Kerja DPRD Indramayu, Kamis (9/4)
Dikatakan Risman, pihaknya pun memberikan beberapa catatan seperti Informasi publik Misalnya, layanan informasi terkait kesehatan, pembangunan, pendidikan, dan sektor lainnya, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan transparan.
Selain itu, kata Risman,pengembangan aplikasi “Wong Reang Apps” diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan dan informasi publik, dengan dukungan anggaran yang memadai dari Pemerintah Daerah.
Dikatakan Risman, pihaknya juga mempertanyakan terkait capaian indikator kinerja yang belum terpenuhi, seperti pengelolaan persampahan, kemudian sinkronisasi data perencanaan yang tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten atau kecamatan, tetapi juga harus menjangkau hingga tingkat desa.
” Masalah Data ini sangat penting, karena sangat krusial untuk menjadi bahan evaluasi ke depan, mengingat kedepan pembangunan ini harus tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ungkapnya
Sementara itu, Terkait program bank sampah, Dinas Lingkungan Hidup Indramayu menjelaskan bahwa saat ini pengembangannya difokuskan pada lingkungan sekolah.
Siswa didorong untuk membawa sampah bernilai ekonomi yang kemudian dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah sekolah, bekerja sama dengan bank sampah terdekat.
“Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungan serta memahami nilai ekonomis dari sampah,” ungkap Dedi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post