KOTA CIREBON, (FC).- Normalisasi dengan cara pengerukan Sungai Sukalila masih terus berlangsung.
Pasalnya, pada tahap awal pengerukan ini ada target yang harus dipenuhi, yakni hingga satu bulan lebih untuk penyelesaiannya.
Selain berpacu dengan waktu penyelesaian, petugas lapangan menemukan kendala yang cukup vital, armada dump truck pengangkut sedimen hasil pengerukan ternyata jumlahnya kurang.
Bila kendala ini tidak diatasi, maka waktu pengangkutan sedimentasi ke tempat pembuangan akan lebih lama, karena menunggu keterbatasan dump truck.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro mengungkapkan bahwa hingga kini pengerukan sedimentasi di kawasan Jalan Kalibaru Utara baru ditopang tiga unit truk.
Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk mempercepat proses normalisasi di kawasan padat penduduk.
“Baru tersedia tiga unit truk bantuan dari BBWS. Idealnya kami butuh enam truk agar pengerjaan tidak terlalu lama di satu titik,” ujar Dwi diwawancarai media, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Dwi, pengerjaan normalisasi sungai di kawasan tengah kota memiliki tantangan tersendiri.
Sedimen hasil kerukan tidak memungkinkan untuk ditumpuk di pinggir sungai karena berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Normalisasi di kota tidak mungkin menumpuk sedimen di kanan-kiri tanggul karena masalah bau. Jadi mekanisme yang kita gunakan adalah langsung dibuang menggunakan truk,” ucapnya.
Karena itu, setiap material kerukan langsung dimuat ke dalam dump truck untuk dibawa ke lokasi pembuangan akhir.
Skema ini dinilai paling aman, meski konsekuensinya membutuhkan armada pengangkut yang lebih banyak.
Dalam operasional di lapangan, BBWS saat ini mengandalkan satu unit alat berat jenis long arm.
Alat ini dipilih karena jangkauannya yang panjang, sehingga petugas tidak perlu menurunkan alat berat ke dalam aliran sungai.
“Penggunaan long arm cukup efektif karena bisa menjangkau area pengerukan tanpa harus menggunakan alat amfibi,” tandasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post