KKN UNISA Turun Desa, Fokus Pendidikan dan Pemberdayaan Warga
KUNINGAN, (FC).- Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, ratusan mahasiswa akan berkontribusi di sejumlah desa wilayah Kecamatan Cilimus dan Pasawahan dengan membawa sejumlah program prioritas, mulai dari pendidikan, penanganan stunting, hingga penguatan UMKM.
Pelepasan peserta KKN berlangsung di Aula Kampus UNISA Cigugur, Rabu (29/7/2026), dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Carlan yang mewakili Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, serta Rektor UNISA Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah.
Dalam arahannya, Carlan menyampaikan pesan Bupati Kuningan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu perhatian utama, kata Carlan, adalah persoalan anak usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan. Berdasarkan kondisi yang ada, Kabupaten Kuningan masih menghadapi tantangan terkait anak usia 7 hingga 18 tahun yang tidak bersekolah.
Karena itu, mahasiswa KKN diminta ikut membantu pemerintah dalam melakukan pendataan serta menggali penyebab anak-anak tersebut tidak melanjutkan pendidikan.
“Manfaatkan KKN ini untuk mendata anak usia sekolah yang belum bersekolah, cari penyebabnya, kemudian sampaikan kepada pemerintah. Data itu akan menjadi dasar dalam mencari solusi,” ujar Carlan.
Selain bidang pendidikan, mahasiswa juga diarahkan untuk terlibat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pola hidup sehat, ketahanan keluarga, dan pemenuhan gizi anak.
Carlan juga meminta mahasiswa mampu membangun komunikasi dengan masyarakat desa serta menjaga sikap selama menjalankan pengabdian.
“Jaga nama baik almamater, berbaur dengan masyarakat, dan jadilah duta kampus yang memberikan manfaat,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UNISA Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, mengatakan KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu membaca kebutuhan desa dan menghadirkan program yang benar-benar memberikan dampak positif.
“Program kerja mahasiswa harus disesuaikan dengan persoalan dan potensi yang ada di desa. Jangan hanya membuat kegiatan, tetapi harus menghadirkan solusi,” katanya.
Ia menyebut sejumlah isu yang perlu menjadi perhatian mahasiswa selama KKN, di antaranya penanganan stunting, ketahanan pangan, penguatan keluarga, serta pengembangan UMKM.
Nurul juga mendorong mahasiswa memanfaatkan kemampuan teknologi digital untuk membantu pelaku usaha kecil meningkatkan daya saing produk.
Mulai dari pembuatan desain kemasan, pemasaran melalui platform digital, hingga promosi melalui media sosial menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa.
“Potensi desa harus mampu diangkat agar memiliki nilai tambah dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa peserta KKN dapat menjaga kedisiplinan, kesehatan, keselamatan, serta membawa nilai positif selama berada di tengah masyarakat.
Melalui program tersebut, UNISA Kuningan berharap keberadaan mahasiswa di desa tidak hanya menjadi pengalaman akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. (Angga)


Tinggalkan Balasan