Gudang Indokemika Terbakar, Empat Damkar Sesak Napas
KAB.CIREBON, (FC).- Gudang PT Indokemika Jaya Tama di Komplek Gudang Royal Park, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, terbakar hebat, Minggu (4/10) pagi.
Kebakaran juga menyebabkan empat petugas pemadam kebakaran (Damkar) mengalami sesak napas akibat terpapar asap.
Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Cirebon menerima laporan pukul 06.58 WIB dan langsung mengerahkan satu regu ke lokasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan saat petugas tiba, api sudah membesar. Bahkan, beberapa kali terdengar ledakan dari drum yang diduga berisi bahan kimia.
“Begitu tiba, api sudah cukup besar dan terdengar beberapa kali suara ledakan dari drum berisi bahan kimia,” kata Eno.
Untuk mencegah api merembet ke bangunan lain sekaligus memenuhi kebutuhan air, Damkarmat meminta bantuan sejumlah sektor, di antaranya Lemahabang, Losari, Cikulak, Weru, Sumber dan Pangenan. Bantuan juga datang dari Damkar Kota Cirebon.
Api tidak hanya membakar gudang, tetapi merambat ke tumpukan limbah produksi sepatu di belakang bangunan. Limbah tersebut terdiri dari bahan karet, kain, plastik dan busa yang berada sekitar satu meter dari gudang.
“Petugas kami bagi menjadi beberapa tim untuk memadamkan api di gudang sekaligus mengendalikan area limbah,” ujarnya.
Total sembilan armada dan 10 regu diterjunkan dalam proses pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB, sedangkan proses pendinginan baru selesai pukul 13.41 WIB.
Sejumlah barang ikut terbakar, antara lain mobil pikap B 9265 QG, sepeda listrik, forklift, dua timbangan listrik, bahan kimia dan limbah sisa produksi sepatu. Satu mobil MPV D 1630 VDA juga rusak setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
Luas gudang yang terbakar diperkirakan sekitar 300 meter persegi. Sementara area lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 60 meter. Kerugian material masih dalam pendataan.
“Kerugian material masih dalam pendataan dan belum dapat diperkirakan,” kata Eno.
Dalam proses pemadaman, empat petugas Damkar mengalami sesak napas akibat terpapar asap. Mereka yakni Adi Surdinanto, Wartoni, Abdul Rohim dan Ibnu Sina. Keempatnya mendapat bantuan oksigen dari PSC Kota Cirebon.
Sementara Fery Febrianto mengalami luka pada jari telunjuk kanan akibat terkena pecahan kaca. Luka yang dialami sekitar 1,5 sentimeter.
Petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujarnya.
Dalam penanganan, petugas menghadapi kendala keterbatasan sumber air yang lokasinya cukup jauh dari tempat kejadian. Selain itu, lokasi disebut belum memiliki sistem proteksi dini terhadap bahaya kebakaran.
Penanganan kebakaran melibatkan Damkarmat Kabupaten Cirebon, Damkar Kota Cirebon, Polsek Mundu, Inafis Polres Cirebon Kota, Babinsa Koramil Astana Japura, PSC Dinkes Kota Cirebon, PLN Mundu, serta karyawan dan petugas keamanan komplek gudang.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, seluruh armada serta personel ditarik dari lokasi. Polisi dan petugas terkait masih melakukan pendataan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan