KUNINGAN, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana. Hingga kini, sebanyak 97 warga telah mendapatkan penanganan medis melalui Posko Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang disiagakan di lokasi.

Pelayanan kesehatan tersebut berlangsung selama periode 12-24 Agustus 2026 dengan melibatkan 13 puskesmas dan 31 tenaga kesehatan yang bertugas secara bergantian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi dampak aktivitas penanganan di TPSA Ciniru, terutama terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Sebanyak 13 puskesmas yang terlibat yakni Puskesmas Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Cipicung, Cilimus, Ciawigebang, Kalimanggis, Garawangi, Manggari, Mekarwangi, Cihaur, Maleber, dan Sindangagung.

Petugas memberikan berbagai layanan medis kepada warga, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pengecekan saturasi oksigen, pemberian oksigen, vitamin, obat batuk, obat sakit kepala, hingga penanganan luka ringan dan luka bakar.

Selain itu, pelayanan juga mencakup pemberian tetes mata bagi warga yang membutuhkan akibat paparan lingkungan sekitar.

Kebutuhan oksigen menjadi salah satu perhatian utama dalam pelayanan di posko. Selama masa siaga, tercatat sebanyak delapan tabung oksigen ukuran satu liter telah digunakan.

Posko tersebut juga mendapat dukungan empat tabung oksigen besar berkapasitas masing-masing enam liter dari RSUD Linggarjati dan Dinkes Kabupaten Kuningan.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, petugas turut membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 375 masker telah disalurkan selama masa pelayanan.

Adapun stok perlengkapan yang tersedia terdiri dari 150 masker N95, 875 masker KN95, serta tiga bok masker biasa.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Kuningan, dr. H. Agah Nugraha, mengatakan pemantauan kesehatan masyarakat dilakukan melalui posko maupun pemeriksaan langsung ke wilayah sekitar.

Selain pelayanan di lokasi, Dinkes juga menerjunkan tim mobile dari Puskesmas Jalaksana, Japara, dan Kramatmulya untuk melakukan pengecekan terhadap daerah yang berpotensi terdampak asap.

“Di luar ini juga terdapat tim mobile dari Puskesmas Jalaksana, Japara dan Kramatmulya untuk mengecek daerah-daerah yang kemungkinan terdampak asap kebakaran dan alhamdulillah tidak ditemukan warga yang terdampak dari asap kebakaran tersebut,” ujar Agah, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, keberadaan tim mobile menjadi langkah deteksi dini untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang muncul akibat kondisi lingkungan sekitar TPSA Ciniru.

Dinkes Kuningan memastikan pelayanan P3K dan pemantauan kesehatan masyarakat akan terus dilakukan dengan dukungan tenaga medis lintas puskesmas. Ketersediaan obat, oksigen, masker, dan personel kesehatan juga terus diperkuat sesuai kebutuhan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat sekitar TPSA Ciniru tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat serta terlindungi dari potensi dampak asap kebakaran. (Angga)