KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, berharap pembangunan trek wisata mangrove yang menghubungkan kawasan Taman Muara dengan Kasih Sayang segera dilanjutkan. Pasalnya, masih terdapat sekitar 200 meter jalur yang belum tersambung.

Harapan tersebut disampaikan Kuwu Mundupesisir, Khaerun saat kegiatan penanaman mangrove bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Hj. Rd Sri Heviyana, beserta jajaran, Kamis (15/10).

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi kepedulian PMI yang telah membantu masyarakat melalui penanaman mangrove, penyaluran air bersih, serta pemberian toren air untuk menunjang kebutuhan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PMI Kabupaten Cirebon beserta jajaran atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat Mundupesisir,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah desa terus berupaya mendorong penyelesaian pembangunan trek wisata mangrove yang belum tersambung.

Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya mengajukan usulan kepada Bupati Cirebon serta menyampaikan proposal kepada berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurutnya, penyambungan jalur tersebut penting untuk menunjang pengembangan wisata mangrove sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan pesisir Mundupesisir.

“Kami sudah berupaya mengajukan proposal ke berbagai pihak. Harapannya, ada dukungan agar sisa sekitar 200 meter trek bisa segera tersambung,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, sebelumnya sempat berkunjung ke kawasan tersebut dan menjanjikan bantuan untuk penyambungan trek. Namun, hingga kini bantuan yang diharapkan belum terealisasi.

Karena itu, Pemerintah Desa Mundupesisir berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun pihak swasta agar pembangunan jalur tersebut dapat segera dilanjutkan.

Jika seluruh trek tersambung, kawasan wisata mangrove diharapkan bisa dikembangkan lebih optimal. Selain menjadi daya tarik wisata, keberadaan jalur tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. (Nawawi)