KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran lahan kosong di area Rumah Sakit Daerah (RSD) Sidawangi, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9), membuat sejumlah pasien harus dievakuasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap serta kemungkinan api merembet ke area pelayanan rumah sakit.

Api muncul di beberapa titik lahan sekitar rumah sakit, tepatnya di area dekat Ruang Dahlia dan Ruang Cempaka. Petugas rumah sakit yang menerima laporan langsung melakukan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan.

Kasubag Umum, Kepegawaian dan Kehumasan RSD Sidawangi, H. Ruslan mengatakan, pihaknya mengetahui adanya kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu ditemukan dua titik api di sekitar area rumah sakit.

“Begitu menerima laporan, sesuai SOP kami langsung mengutamakan keselamatan pasien. Pasien dievakuasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, termasuk dampak asap,” ujar Ruslan.

Selain mengevakuasi pasien, pihak rumah sakit juga melakukan pengamanan aset dan mengoptimalkan sarana pemadam yang tersedia, termasuk penggunaan hidran.

Ruslan menyebut, sekitar 10 pasien dari Ruang Dahlia dan Ruang Cempaka dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman selama proses pemadaman berlangsung.

Menurutnya, kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang membuat api cepat menyebar. Namun, situasi masih dapat dikendalikan karena langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal.

“Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan. Bisa saja karena gesekan atau kemungkinan adanya aktivitas pembakaran jerami oleh petani di sekitar lokasi. Itu masih dugaan,” katanya.

Ruslan menjelaskan, area RSD Sidawangi memiliki luas sekitar 10 hektare dengan banyak vegetasi bambu di bagian pinggir lahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai saat musim kemarau.

Ia mengimbau keluarga pasien dan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran serta tetap menggunakan masker untuk menghindari paparan asap.

“Kami meminta keluarga pasien tetap tenang dan tidak panik. Saat ini kondisi sudah bisa dikendalikan dan pelayanan kepada pasien tetap berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan water supply untuk menangani kebakaran tersebut.

“Kebakaran terjadi di tiga titik. Kami juga mendapat bantuan satu unit water supply dari Kodim 0620 Kabupaten Cirebon untuk mempercepat proses pemadaman,” jelas Eno.

Menurutnya, api berhasil dikendalikan dan petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali muncul.

“Alhamdulillah api sudah bisa dikendalikan. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan. Untuk luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan,” ujarnya.

Eno menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kejadian. Namun, berkat kerja sama petugas Damkar, TNI, Polri, dan pihak rumah sakit, api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke bangunan utama maupun fasilitas pelayanan kesehatan. (Johan)