KAB.CIREBON, (FC).- Investasi industri alas kaki mulai menggeliat di Kabupaten Cirebon. Ching Luh Group (CLG) Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik barunya melalui prosesi groundbreaking ceremony di Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Rabu (12/8).

Pembangunan fasilitas industri tersebut menjadi langkah ekspansi Ching Luh Group sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Cirebon.

Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, serta mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung di sekitar kawasan industri.

Acara groundbreaking dihadiri Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Anton J Supit, jajaran manajemen CLG Indonesia, perwakilan Nike, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Kejaksaan Negeri Cirebon, Forkopimcam Gebang, Pemerintah Desa Gebangmekar, serta unsur lembaga desa.

HR & Corporate Affairs, Ching Luh Group, Anissa Dinar Prihatina, mengatakan pembangunan pabrik di Cirebon tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga menempatkan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pertumbuhan perusahaan.

“Manusia adalah kekuatan utama perusahaan. Karena itu, kami ingin tumbuh bersama talenta-talenta lokal Cirebon,” ujar Anissa.

Ia menjelaskan, Ching Luh Group membawa prinsip Make It Right dan Empowered to Grow dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Prinsip tersebut akan diterapkan mulai dari tahap pembangunan hingga pabrik beroperasi.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen menjalankan seluruh proses sesuai aturan yang berlaku, termasuk menghormati hak pekerja, memperhatikan keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kepatuhan bukan sekadar memenuhi ketentuan, tetapi menjadi fondasi kepercayaan,” katanya.

Anissa menambahkan, keberadaan pabrik baru tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus melahirkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi di industri alas kaki.

Sementara itu, Ketua APRISINDO Anton J Supit menilai masuknya investasi Ching Luh Group menjadi langkah strategis bagi perkembangan industri di Kabupaten Cirebon maupun Indonesia secara umum.

Menurutnya, investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja formal dan memberikan perlindungan sosial bagi pekerja menjadi kebutuhan penting saat ini.

“Cara yang paling efektif mengatasi persoalan ketenagakerjaan adalah menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial,” ujarnya.

Anton menyebut industri alas kaki memiliki peluang besar untuk berkembang karena produk sepatu Indonesia memiliki pasar ekspor yang luas. Ia juga mengapresiasi keputusan Ching Luh Group memilih Cirebon sebagai lokasi ekspansi setelah sebelumnya memiliki fasilitas produksi di Tangerang.

Selain membuka lapangan kerja langsung, keberadaan pabrik tersebut diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi bagi sektor pendukung, seperti transportasi, perdagangan, kuliner, jasa, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ia berharap iklim investasi di Kabupaten Cirebon terus dijaga agar investor merasa aman dan nyaman dalam mengembangkan usahanya.

“Investasi yang masuk harus kita jaga bersama karena manfaat utamanya adalah membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman menyambut positif pembangunan pabrik Ching Luh Group di Desa Gebangmekar.

Menurut Agus, Pemerintah Kabupaten Cirebon terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sepanjang tetap memenuhi aturan tata ruang dan regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam setiap investasi yang masuk.

“Harapannya, 60 sampai 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat Kabupaten Cirebon,” ungkap Agus.

Selain membuka peluang pekerjaan, Agus berharap keberadaan Ching Luh Group dapat menjadi pemicu hadirnya investor lain untuk menanamkan modal di Kabupaten Cirebon.

“Kami terbuka untuk investor dan berharap kehadiran Ching Luh dapat menarik investasi lainnya ke Kabupaten Cirebon,” katanya.

Agus menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pertumbuhan industri dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Groundbreaking Ching Luh Group Indonesia tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas produksi baru di Kabupaten Cirebon.

Dengan dukungan pengembangan sumber daya manusia, perlindungan pekerja, serta komitmen terhadap lingkungan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. (Nawawi )