Damkar Kabupaten Cirebon Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Saat Tinggalkan Rumah
KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
Kepala Bidang Pemadaman Penyelamatan dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan salah satu langkah sederhana yang dapat mencegah kebakaran adalah memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi mati sebelum rumah ditinggalkan.
“Kalau kita mau pergi meninggalkan rumah, tolong matikan alat-alat listrik. Periksa kembali kompor, baik kompor gas, minyak maupun listrik, pastikan benar-benar sudah tidak berfungsi,” ujar Eno, Rabu (5/8).
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. Salah satunya dengan tidak menggunakan sambungan colokan secara berlebihan atau mencabang steker listrik.
“Untuk steker atau colokan listrik mohon jangan dicabang. Setidaknya periksa secara berkala, misalnya seminggu sekali. Biasanya sambungan yang longgar bisa menimbulkan panas dan akhirnya melelehkan kabel,” katanya.
Eno juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan kabel listrik yang sesuai standar. Penggunaan kabel tidak standar atau kabel kecil yang biasa disebut kabel rambut dinilai berisiko tinggi menyebabkan korsleting.
Ia mencontohkan, dari sejumlah kejadian kebakaran yang ditangani, salah satu penyebabnya berasal dari instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.
“Seperti kejadian kebakaran di Pasar Tegalgubug, ditemukan adanya sambungan kabel yang tidak sesuai standar. Ketika panas, ditambah kondisi sekitar yang kering, akhirnya memicu kebakaran,” jelasnya.
Selain kebakaran rumah tinggal, Damkar Cirebon juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di lahan terbuka, seperti pencari rumput maupun penggembala, untuk berhati-hati terhadap puntung rokok.
“Warga yang merokok di area terbuka mohon pastikan rokok benar-benar mati sebelum dibuang. Kondisi lahan yang kering ditambah angin besar sangat mudah memicu api,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kebakaran dapat terjadi ketika tiga unsur api bertemu, yakni oksigen, bahan yang mudah terbakar, dan panas.
“Kalau tiga unsur itu bertemu, maka api akan langsung muncul,” katanya.
Eno menyebut, secara umum penyebab kebakaran rumah tinggal masih didominasi korsleting listrik akibat instalasi yang tidak standar serta faktor kelalaian manusia.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang hendak membakar sampah agar tidak meninggalkan api begitu saja. Jika terpaksa melakukan pembakaran, warga diminta selalu mengawasi dan menyiapkan air untuk antisipasi.
“Kalau terpaksa membakar sampah, mohon ditungguin dengan membawa satu ember air. Atau buat batas pengaman, seperti membersihkan area sekitar agar api tidak merambat,” pungkasnya. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan