361 Desa Kuningan Disiapkan Gunakan TTE
KUNINGAN, (FC).- Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terus diperluas. Sebanyak 361 desa disiapkan menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk mempercepat proses administrasi dan surat-menyurat pemerintahan.
Penerapan TTE yang sebelumnya berjalan di organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan, kini diperluas ke pemerintahan desa hingga rumah sakit.
Langkah tersebut ditujukan untuk memangkas proses administrasi, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi penggunaan dokumen fisik.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan H. Ucu Suryana melalui Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Hj. Nia Kurniasih, mengatakan seluruh desa ditargetkan sudah menggunakan TTE pada November-Desember 2026.
Hal itu disampaikan Nia seusai menjadi pembina apel pagi bersama pegawai Diskominfo dan mahasiswa magang dari sejumlah perguruan tinggi di Kantor Diskominfo Kabupaten Kuningan, Selasa (6/10).
“Kalau tanda tangan elektronik itu untuk di pemerintahan. Jadi kita tidak usah lagi ke desa-desa atau ke kecamatan mengantarkan surat. Ini mempermudah, memperlancar, mempercepat, dan efisiensi waktu serta biaya,” kata Nia.
Menurutnya, para kepala desa menjadi sasaran penerapan sekaligus pelatihan penggunaan TTE. Dengan sistem tersebut, surat maupun dokumen pemerintahan dapat diproses secara digital tanpa harus dikirim atau diantarkan secara langsung.
“Target kami November-Desember ini semua desa melaksanakan surat itu dengan semua sudah pakai TTE,” ungkapnya.
Selain desa, digitalisasi tanda tangan juga mulai diterapkan di lingkungan rumah sakit. RSUD 45 Kuningan telah menggunakan TTE dengan melibatkan sekitar 420 tenaga medis, termasuk dokter dan perawat.
Selanjutnya, penerapan serupa akan diperluas ke RSUD Linggajati Kuningan yang menyasar sekitar 187 dokter dan perawat.
Nia mengatakan, penggunaan TTE di rumah sakit akan mendukung berbagai aplikasi pelayanan. Tenaga medis dapat membubuhkan tanda tangan secara elektronik melalui sistem yang telah tersedia.
“Dia tidak usah lama ketik-mengetik lagi. Di situ tinggal klik, klik, sudah. Tidak susah,” ujarnya.
Menurutnya, TTE juga memudahkan pejabat yang memiliki mobilitas tinggi. Dokumen dapat ditandatangani dari berbagai tempat tanpa harus menunggu pejabat kembali ke kantor.
“Tidak ada yang susah nunggu Pak Kadis di Bandung. Setelah ada TTE ini kita di mana pun, di mobil, di Bandung, di mana pun kita akan melaksanakan ini secara mudah, secara praktis,” jelasnya.
Dari sisi keamanan, setiap pengguna memiliki akun, kode akses, email, dan kata sandi masing-masing. Sistem tersebut membuat tanda tangan elektronik bersifat personal serta dapat membantu mencegah penyalahgunaan.
“Karena ada kode tertentu, ada email-emailnya, akun-akunnya, password-nya,” ujarnya.
Perluasan TTE hingga pemerintahan desa dan rumah sakit menjadi bagian dari digitalisasi administrasi Pemkab Kuningan. Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan dokumen pemerintahan. (Angga)


Tinggalkan Balasan