KUNINGAN, (FC).- Menghadapi potensi ancaman bencana di kawasan lereng Gunung Ciremai, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA).

Program tersebut menyasar warga Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana, dengan memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi potensi risiko alam.

Kegiatan yang digelar Selasa (28/7) itu menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, khususnya di wilayah yang berada di kawasan rawan bencana.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, mengatakan Program KATANA merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung program kemanusiaan, termasuk bidang kebencanaan.

“BAZNAS tidak hanya menghimpun dana ZIS, tetapi juga menyalurkannya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui Kampung Tanggap Bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Menurut Yusron, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak ketika bencana terjadi. Selain memperkuat ikhtiar spiritual, masyarakat juga perlu dibekali pengetahuan serta keterampilan menghadapi situasi darurat.

“Kewaspadaan harus terus dibangun. Masyarakat harus memiliki pemahaman bagaimana menyelamatkan diri dan lingkungan ketika menghadapi ancaman bencana,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang telah memenuhi ketentuan juga diharapkan terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengapresiasi langkah BAZNAS yang turut memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Menurutnya, warga yang tinggal di wilayah berisiko harus memiliki empat kemampuan utama, yakni memahami ancaman bencana, memiliki kesadaran risiko, membangun ketangguhan, serta mampu melakukan tindakan cepat saat kondisi darurat.

“Kita berada di wilayah yang memiliki potensi berbagai bencana. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat mampu melindungi diri dan lingkungan sekitar,” jelas Indra.

Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, menyambut positif pelaksanaan Program KATANA. Ia menilai pembekalan mitigasi sangat diperlukan mengingat wilayah desanya berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai yang memiliki potensi kerawanan bencana.

Program KATANA sendiri merupakan program nasional BAZNAS RI yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, serta penguatan kapasitas warga dalam menghadapi risiko bencana.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek saat terjadi bencana, tetapi mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan awal di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran BAZNAS Kabupaten Kuningan, BPBD, Forkopimcam Jalaksana, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat. (Angga)