KAB.CIREBON, (FC).- Tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Singaraja di Blok Wage, Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mulai dibersihkan, Jumat (2/10).

Sampah yang membentang lebih dari 100 meter tersebut sebelumnya mengganggu aliran air menuju areal persawahan.

Pembersihan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Forkopimcam Pangenan dan Pemerintah Desa Japura Lor.

BBWS menerjunkan alat berat, sedangkan DLH menyiapkan delapan armada truk untuk mengangkut sampah.

Camat Pangenan Baihaqi mengatakan, pembersihan dilakukan setelah petani mengeluhkan aliran air menuju sawah tersumbat tumpukan sampah.

“Keluhan awal datang dari petani karena aliran air untuk pengairan sawah tertutup sampah. Alhamdulillah, BBWS langsung merespons dengan menurunkan alat berat dan kami berkoordinasi dengan DLH untuk pengangkutan sampah,” ujar Baihaqi.

Menurutnya, sampah tidak hanya menumpuk di tepian, tetapi memenuhi aliran utama sungai sehingga air tidak mengalir normal.

Mayoritas sampah merupakan sampah rumah tangga yang diduga tidak hanya berasal dari sekitar lokasi, tetapi juga terbawa dari wilayah hulu.

Baihaqi menyebut Sungai Singaraja memiliki peran penting bagi pertanian masyarakat. Aliran sungai tersebut menjadi salah satu sumber pengairan bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian.

“Sungai Singaraja sangat vital bagi petani karena menjadi salah satu sumber pengairan untuk sekitar 50 hektare lahan pertanian,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak kembali membuang sampah ke sungai setelah pembersihan selesai. Menurutnya, upaya pemerintah akan sia-sia apabila tidak dibarengi kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau sudah dibersihkan tetapi tidak dijaga, beberapa hari kemudian bisa penuh lagi. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kecamatan Pangenan juga mendorong Pemerintah Desa Japura Lor bersama RT dan RW memperkuat pengelolaan sampah. Kecamatan siap memfasilitasi pengangkutan sampah secara rutin apabila mendapat dukungan dan kedisiplinan masyarakat.

Sementara itu, Kuwu Japura Lor Gufron mengatakan, pemerintah desa telah berupaya melakukan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah. Namun, pelaksanaannya belum berjalan maksimal.

“Kami berharap masyarakat ikut mendukung pengelolaan sampah di desa. Kami juga berharap ada perhatian untuk normalisasi Sungai Singaraja karena pendangkalan dan penyempitan aliran turut memperparah penumpukan sampah,” ungkapnya.

Pembersihan menggunakan alat berat diperkirakan berlangsung selama dua hari. Selain mengembalikan kelancaran aliran sungai, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan air untuk lahan pertanian masyarakat. (Nawawi)