KUNINGAN, (FC).- Upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, penyebaran HIV, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak terus diperkuat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan menggelar penyuluhan terpadu di SMP dan SMK Pertiwi Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus.

Mengusung tema Pergaulan Bebas, Bahaya Narkotika, Pencegahan HIV, serta Perlindungan Perempuan dan Anak, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar agar mampu mengenali dan menghindari berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan mereka.

Ketua KKN Kelompok 1 UNISA Bandorasa Wetan, Adi Dimyati, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi yang menyentuh langsung kalangan remaja.

Menurutnya, pelajar perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, pencegahan HIV, serta pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan anak.

“Melalui penyuluhan ini kami berharap para siswa memahami dampak negatif pergaulan bebas, bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya pencegahan HIV, serta semakin sadar akan pentingnya melindungi diri dan menghormati hak-hak anak maupun perempuan. Pengetahuan ini diharapkan menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Narasumber dari BNN Kabupaten Kuningan, Ine Dewi Juniar Kurniawati, S.KM., menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika umumnya berawal dari rasa penasaran dan pengaruh lingkungan pergaulan. Karena itu, remaja harus memiliki keberanian untuk menolak setiap ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba maupun zat adiktif lainnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap remeh penggunaan vape yang dapat disalahgunakan dan menjadi pintu masuk terhadap perilaku berisiko.

“Remaja harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Pencegahan dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan pergaulan yang sehat. Pengetahuan yang benar menjadi benteng utama agar generasi muda tidak menjadi korban narkotika,” tegasnya.

Sementara itu, UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan yang diwakili Kasubag Tata Usaha, Euis Nurmala, S.E., menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan perempuan. Ia mengajak para siswa untuk tidak takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan, eksploitasi, maupun pelecehan.

“Setiap anak dan perempuan memiliki hak untuk hidup aman dan mendapatkan perlindungan. Jangan takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan agar dapat segera ditangani oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Materi mengenai pencegahan HIV disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, yang juga aktif dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Ia mengajak para pelajar memahami informasi yang benar mengenai HIV agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru maupun memberikan stigma kepada orang dengan HIV.

“HIV dapat dicegah dengan memahami cara penularannya, menghindari perilaku berisiko, serta membangun sikap saling menghormati. Edukasi yang benar akan membantu remaja mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada para narasumber, mulai dari bahaya narkotika, pergaulan bebas, pencegahan HIV, hingga mekanisme perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kolaborasi tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 1 UNISA Kuningan berharap edukasi yang diberikan mampu memperkuat kesadaran pelajar untuk menjalani pola hidup sehat, menjauhi narkoba, membangun pergaulan yang positif, serta menjadi generasi yang berani melindungi diri sendiri dan sesama dari berbagai bentuk kekerasan maupun penyimpangan sosial. (Angga)